Upaya Penyelesaian Konflik Moro Menuju Perdamaian Mindano
WINANTI, Poppy Sulistyaningsing,
1997 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTulisan ini membahas penerapan konsep human security (keamanan manusia) dalam kebijakan keamanan nasional di Indonesia. Penelitian ini hendak meninjau apakah gagasan human security sudah terintegrasi dalam kebijakan keamanan nasional di Indonesia. Perubahan masyarakat menuju demokratisasi pasca bergulirnya era reformasi serta berlangsungnya reformasi sektor keamanan di Indonesia membawa konsekuensi pergeseran paradigma keamanan dari yang awalnya sangat berorientasi pada negara (state centered security) menuju paradigma yang lebih memperhatikan isu non tradisional seperti keamanan manusia (people centered security). Terlepas dari pro dan kontra serta luasnya makna konsep human security (keamanan manusia), penulis lebih menempatkan konsep human security tersebut sebagai sebuah cara pandang (perspektif) atau panduan pemerintah dalam menetapkan kebijakan keamanan nasionalnya. Tulisan ini berargumen bahwa Indonesia sudah memasukkan gagasan human security dalam kebijakan keamanan nasionalnya, namun dalam pelaksanaannya belum begitu baik. Individu atau insani atau warga negara dalam konsep keamanan manusia di Indonesia diartikan sebagai makhluk sosial yang terikat dengan komunitasnya dan berbeda dengan pemaknaan individu dalam tradisi liberal. Fokus perlindungan human security di Indonesia lebih fokus pada dua komponen utama yakni Ekonomi dan politik. Meski demikian, masih terdapat tumpang tindih kebijakan dan peraturan yang tidak sesuai dengan praktik di lapangan. Itu terlihat dalam Rancangan Undang Undang Keamanan Nasional yang saat ini masuk tahap legislasi dan kebijakan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Kata kunci: keamanan, Human Security, RUU Kamnas, Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan
Kata Kunci : Konflik - Filipina