Laporkan Masalah

Pembentukan Rezim Ekonomi Di Asia Pasifik

SAPTAJAYA, I Putu, I. Putu Saptajaya

1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini membahas mengenai fenomena maraknya birokrat ikut serta mencalonkan diri dalam pemilukada di kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010. Maraknya kandidat yang berasal dari birokrat yang masih aktif di lingkungan pemerintah Luwu Utara menimbulkan banyak kecemasan. Kandidat tersebut dicemaskan bisa menggunakan mesin birokrasi untuk memenangkan Pemilukada Luwu Utara. Tujuan dari penelitian ini Ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan birokrat mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala pada pemilukada di Kabupaten Luwu Utara tahun 2010. Adapun rumusan masalahnya adalah mengapa birokrat mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pemilukada di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010 ? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 3 (tiga) kerangka teoritik yang dibangun yakni 1) motif politik birokrat dalam kandidasi, 2) birokrasi dan politik, 3) pemilukada dan struktur peluang birokrat . Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksploratif berupaya menemukan jawaban melalui teknik wawancara mendalam, pengamatan lapangan dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan birokrat mencalonkan diri pada pemilukada tahun 2010 di Luwu Utara diantaranya : pertama, ingin memperluas kekuasaan. Kedua, menjadi kepala daerah dan wakil kepada mudah mendapatkan menambah sumber daya ekonomi melalui penghasilan sumbernya yang sah seperti gaji pokok dan tunjangan serta penghasilan yang sifatnya tidak sah. Ketiga, pragmatisme politik yang terjadi pada pemilukada kehadiran birokrat untuk menjadi pemecah suara dan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari jabatan yang didapatkan sekarang serta adanya petualang politik. Keempat, menaikkan prestise sosial. Selain motif birokrat mencalonkan diri pada pemilukada, birokrat mencalonkan diri karena adanya dukungan dan peluang birokrat pada pemilukada tahun 2010 di Luwu Utara. Pertama, adanya dukungan partai politik melalui dua cara yakni partai menggandeng/meminang birokrat menjadi pasangan pada pemilukada dan birokrat melakukan buying party. Kedua, adanya ruang yang diberikan regulasi memperbolehkan birokrat mencalonkan diri kepada birokrat senior mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Peraturan Kepala BKN Nomor 10 tahun 2005 serta birokrat hadir tidak hanya melalui jalur partai politik tetapi juga melalui jalur perseorangan. Ketiga, pengusaha menjadi fundraising selama pemilukada berlangsung dengan harapan mendapat kemudahan mendapatkan proyek dan mengurus izin. Keempat, adanya dukungan jajaran birokrasi membuat para birokrat mencalonkan diri pada pemilukada. Kata Kunci : Birokrat, Kandidat, Partai Politik, Pengusaha Pemilukada, Luwu Utara

Kata Kunci : Ekonomi, Asia Pasifik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.