Laporkan Masalah

Sumber Legitimasi Terpilihnya Alberto Fujimori 1990

SRI DENOK Budhi Renggani,

1998 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pemberlakuan Renewable Energy Directive (RED) oleh Uni Eropa membawa dampak tidak hanya bagi negara-negara anggota Uni Eropa, akan tetapi juga bagi negara non anggota. RED tersebut (2009/28) mengatur mengenai target penggunaan energi terbarukan sebesar 20% untuk tahun 2020 dan minimal 10% penggunaan biofuel untuk transportasi. Directive ini juga mengatur mengenai kriteria dan standar keberlanjutan dalam konsumsi dan produksi biofuel negara-negara Uni Eropa. Kebijakan ini juga bersifat mengikat seluruh anggota Uni Eropa. Kondisi ini membawa dampak bagi negara pengekspor minyak nabati ke Uni Eropa, termasuk Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Adanya pemberlakuan RED ini mendapat respon yang berbeda-beda dari para pemangku kepentingan bisnis kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini membahas mengenai dampak kebijakan energi terbarukan Uni Eropa (RED) terhadap keberlanjutan pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisa respon para pemangku kepentingan dalam usaha kelapa sawit di Indonesia terhadap pemberlakuan RED, serta pilihan tindakan dari masing-masing pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan dari pemberlakuan RED tersebut. Kata Kunci : Renewable Energy Directive (RED), Uni Eropa (UE), Respon Pemangku Kepentingan, Kelapa Sawit Indonesia.

Kata Kunci : Sumber Legitimasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.