Perjuangan Persamaan Hak-hak Sipil Kulit Hitam Amerika Serikat Sejak Adanya Civil Right Act 1964
HERMAWANTO, Ariesani,
1997 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa eksistensi dari Five Power Defence Arrangements ( FPDA ) yang masih tetap dipertahankan oleh kelima negara anggotanya yaitu ; Inggris, Australia, New Zealand, Malaysia dan Singapura pasca berakhirnya perang dingin. Eksistensi FPDA hingga saat ini merupakan impelemtasi dari konstruksi ancaman yang dimiliki oleh kelima negara anggotanya terkait dengan identitas dan kepentingan mereka masing-masing yang kemudian menjadi sebuah norma ancaman bersama dan diimpelemtasikan dalam bentuk berbagai latihan untuk menghadapi ancaman tersebut. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi bagaimana identitas dan kepentingan terbentuk dari negara-negara tersebut sebagai dasar dalam mengkonstruksikan ancaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana data untuk mendukung penelitian ini didapatkan dengan teknik wawancara dan teknik kepustakaan/ studi litelatur dengan data sekunder yang berupa buku teks, jurnal, dokumen-dokumen, artikel maupun data intenet. Dalam penelitian menemukan bahwa konstruksi ancaman dari kelima negara yang berada dalam kerangka FPDA menjadi dasar bagi eksistensi FPDA yang ditunjukan dengan intensitas latihan bersama yang dilakukan dalam kerangka ini. Dimana kelima negara tersebut masih menganggap bahwa untuk menghadapi konstruksi ancaman yang ada pada negara masing-masing masih memerlukan bantuan dari negara lain, khususnya yang memiliki interaksi kooperatif dengan negara tersebut terkait dengan identitas yang terbentuk dari faktor historisnya. Kata-Kata Kunci : Konstruksi, Ancaman, Identitas, Kepentingan, FPDA.
Kata Kunci : Politik - Amerika Serikat