Laporkan Masalah

Pragmatisme Kebijakan Cina Terhadap Hongkong: Analisa Kepentingan Ekonomi Politik Cina Dibalik Penerapan Konsep Satu Negara Dua Sistem

DODIK Ariyanto,

1998 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Fatwa haram yang diumumkan oleh Muhammadiyah pada 9 Maret 2010 lalu menjadi polemik di masyarakat mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah mulim. Harian Republika adalah salah satu surat kabar yang turut memberitakan mengenai fatwa haram rokok tersebut. Tentu akan menarik bila kita melihat bagaimana fatwa haram rokok diberitakan di Harian Republika yang memfokuskan dirinya untuk mengakomodasi kepentingan umat Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana keberpihakan media yaitu Harian Republika mengenai berita fatwa haram rokok yang dimuat pada edisi 17 Maret – 16 April 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beritakan fatwa haram rokok yang diumumkan oleh Muhammadiyah pada Harian Republika dengan melihat konstruksi berita fatwa haram rokok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan critical discourse analysis (CDA) atau analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Objek yang diambil dalam penelitian ini adalah berita mengenai fatwa haram rokok yang dimuat di harian umum Republika edisi 17 Maret – 16 April 2010. Setelah dilakukan penelitian, dari edisi Republika sepanjang 17 Maret – 16 April 2010, terdapat 3 berita yang dianalisis. Analisis data yang dilakukan terdiri dari tiga level yaitu level text, discourse practice dan sociocultural practice. Pada level text, analisis dilakukan dengan menganalisis artikel-artikel di harian Republika. Pada level discourse practice, dilakukan interpretasi, yakni menafsirkan teks dihubungkan dengan praktek wacana yang dilakukan. Terakhir, pada level sociocultural practice, analisis dilakukan untuk melihat faktor situasional, institusional dan sosial yang mempengaruhi produksi teks. Berdasarkan analisis pada tiga level, disimpulkan bahwa harian Republika mengkonstruksi fatwa haram yang diumumkan Muhammadiyah. Namun, harian Republika memaknai bahwa fatwa haram rokok yang diumumkan Muhammadiyah sebagai sesuatu yang tidak perlu dijadikan perdebatan dikalangan masyarakat. Republika juga memandang bahwa isu fatwa haram rokok juga tidak hanya menyangkut persoalan agama saja, tapi juga menyangkut masalah kesehatan dan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Pada akhirnya terlihat bahwa Republika mengkonstruksi isu fatwa haram rokok dalam substansi beritanya dengan memberikan penekanan terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh rokok serta pendapat tokoh masyarakat dari kalangan pejabat pemerintah, ulama hingga akademisi yang mendukung fatwa haram rokok tersebut. Namun mengingat objek penelitian yang terbatas, peneliti berharap topik ini bisa diteliti lebih lanjut dengan membedah surat kabar lain, terlebih mengingat fatwa ini masih terus digodok. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Kata Kunci : Pragmatisme Kebijakan Cina


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.