Laporkan Masalah

Kebijakan Luar Negeri Australia terhadap Cina dibawah Pemerintahan Whitlam

ANDARINI, Wahyu,

1997 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, Provinsi Aceh dilanda musibah yang mengakibatkan masyarakat tidak berdaya untuk bangkit, karena kelumpuhan dari segi fisik dan non fisik. Sehingga mengundang para pekerja kemanusiaan dari berbagai negara ikut berpartisipasi dalam memulihkan kembali Provinsi Aceh. Tidak hanya sektor formal (pemerintah) tapi juga nonformal (non pemerintah) ikut ambil bagian dalam membangun kehidupan baru. Strategi yang digunakan dalam pemulihan itu adalah strategi pemberdayaan, yang mengupayakan masyarakatnya agar tumbuh menuju kemandirian. Terkait dengan penelitian ini, penulis melihat bagaimana dampak sosial program ICBRR terhadap masyarakat korban gempa dan tsunami di Gampong Lambaro Skep dan bagaimana partisipasi masyarakat pada program ICBRR. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik purpossive yang sekaligus juga menggunakan teknik snowball, Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi dan wawancara (interview). Dalam menganalisis, peneliti menggunakan analisis kontekstual dan interpretatif, dimana yang terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu pengklasifikasian data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial program ICBRR, salah satunya adalah telah menguatnya institusi lokal di Gampong Lambaro Skep, dalam konteks penelitian ini adalah PMI-ICBRR telah menggunakan atau memanfaatkan lembaga adat (tuha peut) untuk program pemberdayaan (program pengurangan risiko terpadu berbasis masyarakat), selain itu meningkatnya budaya gotong royong di Gampong Lambaro Skep, kegiatan-kegiatan pengurangan risiko terpadu yang selama ini mereka laksanakan memberikan dampak positif dalam peningkatan rasa kebersamaan dan rasa memiliki, hal ini dinilai selama beberapa tahun yang lalu, masyarakat sering berkumpul bersama ketika ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI-ICBRR, dan ini menjadikan mereka semakin dekat dan akrab, sebelumnya masyarakat di Gampong tidak semuanya saling mengenal, kerena masyarakat Gampong Lambaro Skep sangat heterogen, banyak pendatang dari berbagai kabupaten bahkan pendatang dari luar provinsi Aceh sendiri Partisipasi masyarakat Gampong dapat dikatakan cukup baik, tingkat partisipasi masyarakat pada program ICBRR paling tinggi baru dicapai sampai pada tahap keenam yaitu kemitraan Pada tahap ini masyarakat sudah memiliki kekuasaan atas pelaksanaan kegiatan, dimana pada tahap ini baru dirasakan dalam kegiatan: meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya, resiko/bencana, pembentukan CDMC, Pembentukan TIM CBAT, Sistem Peringatan Dini. pengelolaan dana kontigensi, dimana masyarakat telah mendapat tempat dalam suatu program pembangunan.Selanjutnya dalam kegiatan koordinasi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga pemberi bantuan tingkatan partisipasi baru mencapai pada tahap penentraman (palcation), dimana masyarakat telah diberi ruang partisipasi untuk menyampaikan pendapat, saran, dan masukan. Namun proses pelaksanaan kegiatan masih dikendalikan oleh pihak PMI-ICBRR, masyarakat hanya sebatas pelaksana kegiatan. Kata kunci : Dampak Sosial, Partisipasi, Manajemen Bencana, Pemberdayaan,

Kata Kunci : Hubungan Internasional - Australia - Cina


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.