Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Amerika Serikat: Masalah Hubungan Perdagangan Bidang Otomotif Amerika - Jepang
PRASETYO, Roes Harman,
1997 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalNovel Perempuan Berkalung Sorban merupakan sebuah novel Islami yang mengungkapkan adanya bentuk-bentuk perjuangan perempuan terhadap dominasi tradisi pesantren. Perempuan bangkit untuk melakukan pembelaan terhadap harga dirinya di mata masyarakat. Novel Perempuan Berkalung Sorban mengungkapkan adanya ketidakadilan antara laki-laki dan perempuan. Adanya ketidakadilan tersebut disebabkan oleh adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan, yang menganggap bahwa laki-laki memiliki kekuasaan superior. Ayah mempunyai hak ijbar dalam proses perkawinan anak perempuannya. Novel Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-Ayat Cinta dihadirkan untuk mengkomparasikan dengan novel Perempuan Berkalung Sorban, novel ini cenderung bersifat demokratis dan lebih menghargai perempuan. Peran sosial dijalankan secara seimbang tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun, semua keputusan mengenai perkawinan diserahkan semuanya oleh anak perempuan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah discourse analisisnya van Dijk yang terkenal dengan model analisis kognisi sosial. Wacana akan dianalisis dengan tiga dimensi yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial kemudian menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis. Alasan pemilihan ketiga novel tersebut adalah sama-sama mengangkat hak-hak perempuan dari ketimpangan gender. Abidah dan Habiburrahman samasama pernah hidup di dunia pesantren tetapi mempunyai pengalaman dan pola pikir yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apa yang direpresentasikan dalam novel Perempuan Berkalung Sorban tidak sesuai dengan realitas yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Dalam novel direpresentasikan bahwa seorang ayah mempunyai hak ijbar (memaksa) untuk menikahkan anak perempuan dengan lakilaki pilihannya tanpa persetujuannya, sehingga perempuan tidak memiliki hak untuk menentukan dengan siapa dia akan menikah. Anggapan bahwa kehidupan dunia pesantren yang identik dengan dominasi budaya patriarki tidak selamanya benar. Novelis ingin mengungkapkan bahwa tradisi yang melekat dalam dunia pesantren tersebut tidak pantas diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama tentunya tahu bahwa posisi dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam perkawinan adalah saling melengkapi. Sedangkan dalam teks novel Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-Ayat Cinta merepresentasikan bahwa walaupun dalam lingkup kehidupan pesantren, posisi perempuan dalam perkawinan tetap diperhatikan, perempuan diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri. Kata kunci: representasi, analisis wacana van Dijk, peran perempuan
Kata Kunci : Perdagangan - Amerika - Jepang