Peran Asean Dalam Penyelesaian Konflik Dalam Negeri Kamboja(Tahap Pra Negoisasi)
SRI Ratnaningsih,
1998 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini mendiskusikan mengenai jiwa kewirausahaan pada kepemimpinan Walikota Yogyakarta. Argumen pokok di dalam tesis ini adalah bahwa jiwa kewirausahaan pada kepemimpinan birokrasi pemerintah merupakan konsep yang memberikan kontribusi penting dalam peningkatan kinerja birokrasi pemerintah. Salah satu Kepala Daerah yang berhasil menerapkan pemerintahan kewirausahaan adalah Walikota Yogyakarta. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana jiwa kewirausahaan diterapkan oleh Walikota Yogyakarta dan apakah jiwa kewirausahaan tersebut mampu melembaga pada Pemerintah Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jiwa kewirausahaan yang diterapkan oleh Walikota dalam mengelola Kota Yogyakarta dan untuk mengetahui jiwa kewirausahaan yang mampu melembaga pada birokrasi Pemerintahaan Kota Yogyakarta Jiwa kewirausahaan yang diterapkan Herry Zudianto sangat kental terasa seperti jiwa kewirausahaan yang kreatif, keberanian mengambil resiko, kemampuan mengorganisir dan kemampuan memotivasi bawahan untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan yang kreatif diterapkan Walikota untuk membuat kebijakan yang dapat dirasakan lain oleh bawahan dan masyarakat Kota Yogyakarta. Dengan sentuhan kebijakan kreatif, Pemerintah Kota Yogyakarta banyak menjadi percontohan pemerintah daerah lain bahkan banyak meraih penghargaan. Jiwa kewirusahaan yang berani mengambil resiko juga diterapkan Walikota sekalipun mendapat penolakan dari para pegawai dan masyarakat. Namun, Herry Zudianto tetap fokus dan konsisten untuk merealisasikan kebijakan tersebut. Jiwa kewirausahaan yang mampu mengorganisir direalisasikan Herry Zudianto melalui pendelegasian wewenang, pengawasan, dan evaluasi. Jiwa kewirausahaan yang memotivasi direalisasikan Herry Zudianto untuk memotivasi bawahannya agar memiliki jiwa kewirausahaan sehingga jiwa tersebut tercermin pada perilaku keseharian para pegawai. Namun demikian, beberapa pegawai mengeluhkan tindakan yang harus serba cepat dan harus kreatif untuk memecahkan suatu masalah dan merealisasi suatu kebijakan karena mereka harus mengikuti pola kerja Walikota yang cepat dan kreatif tersebut. Jiwa kewirausahaan yang melembaga sebagai dampak dari penerapan jiwa kewirausahaan Walikota tercermin pada jiwa kewirausahaan yang melembaga melalui penguatan mekanisme regulasi formal dan informal. Dengan adanya jiwa yang dilegitimasi ini, otomatis jiwa tersebut menjadi perilaku yang harus direalisasi dengan baik oleh aparat Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat secara umum. Kemudian jiwa kewirausahaan juga melembaga menjadi pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat melalui penguatan nila-nilai kultural di mana jajaran Pemerintah Kota bertindak cepat dan tanggap dalam merespon kebutuhan masyarakat, pemerintahan kewirausahaan berorientasi ke masa depan melalui insentif bagi aparat yang berjiwa inovatif dan disinsentif bagi aparat yang tidak berjiwa inovatif. Pada realitanya, reward memang diberikan kepada aparat yang memiliki kinerja baik tetapi tidak secara nyata reward tersebut diberikan pada aparat yang memiliki jiwa inovatif. Saran yang dapat direkomendasi adalah Pemerintah Kota seyogyanya memberikan secara khusus reward berupa insentif kepada aparat yang berjiwa inovatif. Kemudian untuk merealisasi jiwa yang cepat dan kreatif, Walikota diharapkan dapat memahami situasi dan kondisi para pegawai dan perlu memotivasi mereka secara bertahap. Kata kunci: Kepemimpinan, Pelembagaan Jiwa Kewirausahaan, Pemerintahan Kewirausahaan
Kata Kunci : Peran Asean