Laporkan Masalah

Masalah Integrasi Nasional; Studi Kasus Miniritas Basque di Spanyol

NULADANI, Evita, Evita Nuladani

1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini mengambil judul “Strategi Advokasi Non-Government Organization (NGO) dalam Konflik Pertanahan” (Studi Tentang Strategi Advokasi NGO WALHI Sum-Sel dan LBH Palembang dalam Konflik Pertanahan Petani Rengas Versus PTPN VII Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan). Fokus permasalahan penelitian pertama, melihat dinamika konflik, kedua strategi advokasi yang dilakukan oleh Walhi Sum-Sel dan LBH Palembang, ketiga menganalisis capaian advokasi serta pelajaran berharga. Metode yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan pengambilan data secara purposive. Informan penelitian terdiri dari aktivis kedua NGO, dan masyarakat rengas yang mengetahui secara spesifik latar belakang konflik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, focus group discussion (FGD) dilakukan secara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik muncul sebagai respon masyarakat rengas terhadap proses industrialisasi yang masuk melalui PTPN VII Cinta Manis. Tercatat ada tiga gelombang perlawanan petani rengas yaitu, fase pertama tahun 1981-1990 dilakukan tidak secara frontal, fase kedua tahun 1991- 2000 dilakukan melalui proses lobi dan litigasi, fase ketiga dilakukan melalui gerakan yang lebih sporadis dan frontal. Kondisi tersebut berbeda ketika masuknya NGO WALHI Sum-Sel dan LBH Palembang dalam melakukan advokasi, tercatat ada empat strategi penting diterapkan yaitu strategi persuasi, edukasi, konfrontasi, dan litigasi. Masing-masing strategi telah mampu memberikan efek positif dalam kerja advokasi. Hal ini ditandai dengan berhasilnya petani rengas mengelola kembali lahan seluas 1.524 Ha. Kerja advokasi kedua NGO tersebut memiliki capaian-capian yang cukup signifikan misalnya terutama pengembangan demokrasi lokal, menguatnya masyarakat sipil dan adanya respon dari pengambil kebijakan. Walaupun demikian kerja yang dilakukan tidak sepenuhnya berjalanan lancar. Kerja advokasi harus tetap dijalankan demi menjaga keberlanjutan gerakan. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari proses advokasi yaitu pentingnya analisis kasus yang komprehensif, memperkuat koalisi, kampanye yang masive, serta tindakantindakan konfrontasi yang terukur. Semua hal tersebut sangat dibutuhkan oleh pekerja sosial atau peminat kerja advokasi. Kata kunci : Konflik Pertanahan, Strategi Advokasi, Non-Government Organization (NGO).

Kata Kunci : Politik, Spanyol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.