Liberalisasi Perdagangan Dunia dan Upaya Negara-negara berkembang dalam Melestarikan Lingkungan Hidup Global; Studi Kasus Indonesia
SIAHAAN, Tumiar, Tumiar Siahaan
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalKondisi sosial dan ekonomi kelas menengah Muslim di Indonesia dalam seperempat abad terakhir ini berkembang cukup pesat. Perkembangan tersebut telah mendorong sebagian mereka mendalami dan mempraktekkan ajaran Islam lebih intensif. Dalam proses pendalaman tersebut mereka bukan hanya melakukan penghayatan terhadap doktrin-doktrin yang mengatur ibadah ubudiyah dan muamalah, tetapi juga mengadopsi secara khafah pandangan, sikap, tindakan individual maupun kolektif seperti perintah Tuhan yang tertuang dalam Al Quran dan Hadist. Kondisi sosial dan ekonomi semacam itu telah dimanfaatkan oleh para pelaku usaha yang beergerak dalam sektor informasi dan telekomunikasi seperti Esia dan Telkom. Dua perusahaan operator seluler tersebut menawarkan produk voice yang melantunkan penggalan ayat-ayat suci. Produk tersebut dirancang untuk menjangkau segmen kelas menengah Muslim perkotaan, dan dipasarkan dalam bulan Ramadan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi variasi strategi pemasaran yang dilakukan oleh operator Esia (dengan branded of HP Esia Hidayah) dan Telkom (dengan branded of HP Flexi Muslim). Variasi strategi pemasaran tersebut secara sosiologis diasumsikan bukan hanya mengembangkan struktur interaksi dan jejaring pemasaran yang berbeda, tetapi juga mengedepankan simbol dan nilainilai keagamaan yang berlainan. Metode kajian yang dikembangkan dalam kajian menggunakan model analisis tiga level yang dibangun oleh Norman Fairclough yang mencakup: teks, praktik diskursif dan praktik sosio-kultural. Kajian ini juga melakukan wawancara terhadap sejumlah narasumber yang terkait dengan eksistensi dan perkembangan tiga level tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi produsen operator seluler dalam memasarkan barang dagangannya melalui iklan masing-masing dilakukan dengan dua pendekatan. Esia Hidayah menggunakan pendekatan islami tetapi ngepop sekaligus menggunakan pendekatan kharismatik ulama, sedangkan Flexi Muslim menggunakan pendekatan ngepop tetapi islami sekaligus berjiwa muda (gaul). Konstruksi sosial yang dibangun pada kedua iklan tersebut cenderung menampilkan nuansa islam moderat. Hal ini antara lain tercermin pada pemakaian simbol, gambar dan teks lisan (spoken interactive) yang terdapat dalam teks iklan. Kedua iklan tersebut menggunakan logika wacana islam yang sama tetapi untuk tujuan khalayak yang berbeda. Esia Hidayah ditujukan kepada pasar muslim tetapi ngepop sedangkan Flexi Muslim ditujukan untuk pasar ngepop tetapi muslim. Kedua iklan tersebut menggunakan diskursus ekonomi kapitalis, dengan menempatkan kelas menengah muslim sebagai faktor utama pendukung produksi teks iklan. Dalam iklan tersebut, masjid sama-sama dipergunakan sebagai simbol pengikat antar teks (teks terkini dengan teks sebelumnya). Simbol pengikat semacam itu terutama dimaksudkan sebagai bagian dari upaya membangun efek psiko-religius pihak konsumen terhadap produk yang ditawarkan melalui iklan. Hasil kajian ini juga menunjukkan bahwa alasan membeli produk voice yang ditawarkan (baik oleh operator Esia Hidayah maupun Flexi Muslim) dapat karena alasan simbolik dan alasan rasional. Dalam konteks ini, alasan simbolik berarti mengkonsumsi HP dianggap sebagai bagian dari identitas seorang muslim sedangkan alasan rasional berarti mengkonsumsi HP berdasarkan pertimbangan efektifitas, efisiensi dan teknologi.
Kata Kunci : Perdagangan Internasional