Kuomintang dan Demokratisasi Politik di Taiwan Era Lee Teng Hui
SUWARTONO, R. Aris, R. Aris Suwartono
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalSampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas manusia, namun keberadaanya tidak diharapkan karena keberadaan sampah tersebut akan menimbulkan efek berupa lingkungan yang kotor. Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu dalam hal ini merupakan penanggung jawab secara teknis akan penanganan dan pengelolaan sampah‐sampah yang berada dalam wilayah Kota Bengkulu yang mempunyai standar baku terdiri: pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, dan pembuangan akhir sampah (Monografi Dinas Kebersihan Kota Bengkulu, 2007:1I.I). Peneliti melakukan penelitian tentang sampah di Kota Bengkulu ini dengan menggunakan metode deskriftif kualitatif yang dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek atau obyek yang diteliti seperti individu, lembaga, masyarakat, dan lainnya pada saat sekarang berdasarkan fakta‐fakta yang tampak atau sebagaimana adanya ( Nawawi, 1998: 63), kemudian (Moleong, 2008: 11) menjelaskan juga tujuan penelitian ini menggambarkan secara mendalam fenomena sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Penelitian tentang manajemen pelayanan sanpah ini dengan maksud: a. Akan menjelaskan pelaksanaan manajemen pelayanan sampah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu di dalam penanganan sampah Kota Bengkulu saat ini. b. Mengidentifikasikan dan menjelaskan kendala di dalam penanganan manajemen pelayanan sampah di Kota Bengkulu. Secara teoritis Manajemen Pelayanan adalah “sebagai suatu proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana, mengimplementasikan rencana, mengkoordinasikan dan menyelesaikan aktifitas‐aktifitas pelayanan demi tercapainya tujuan‐tujuan pelayanan” (ratminto & Winarsih, 2007: 4). Sampah merupakan bahan buangan atau sisa kegiatan sehari‐hari manusia dan proses alam yang berbentuk padat (UU . RI. nomor 18, 2008: 1). Manajemen pelayanan sampah yang dilakukan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu melayani pengangkutan sampah masyarakat dari TPS setiap hari yang seharusnya sudah dipisahkan antara sampah organik dan sampah an organik untuk diangkut ke TPA Air Sebakul dan disana sampah tetap dipilah agar proses pemusnahannya dapat lebih cepat, namun kenyataannya pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari dari TPS ke TPA dan yang semestinya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak dari rumah tangga, pasar, di TPS, dan sampai ke TPA seharusnya juga sampah terpisah antara yang organik dan an organik. Tetapi kenyataannya sampah tidak dipisahkan antara yang organik dan yang an organik baik itu di rumah tangga, TPS, dan sampai ke TPA yang mengakibatkan pemusnahan sampah di TPA tidaklah efisien. Libatkan swasta untuk pengolahan sampah di TPA dengan dana dari kenaikan retribusi sampah, swasta membakar sampah plastik yang berserakan di TPA dan berikan kesempatan pada swasta untuk mengambil tanah yang ada hasil timbunan sampah, dengan demikian TPA yang sudah penuh akan menjadi tersedia kembali lahan yang kosong untuk pembuangan dalam waktu yang lama.
Kata Kunci : Demokrasi, Taiwan