Laporkan Masalah

Mahatir Dan Sikap Malaysia Terhadap Apec

B.INDAH Nugraheni,

1998 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

ASEAN-China Free Trade Area atau yang ditulis dengan sebutan ACFTA di dalam penelitian ini merupakan bentuk kerjasama regional antara Cina dengan ASEAN yang berlaku secara resmi mulai 1 Januari 2010. Secara umum, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatan volume perdagangan kedua pihak; meminimalkan hambatan perdagangan dan mempererat hubungan ekonomi Cina -ASEAN; Serta menciptakan pasar yang menjanjikan kesempatan dan skala ekonomi yang yang luas. Beberapa faktor internal dan eksternal menjadi motivasi Cina di dalam pembuatan kerjasama ACFTA. Keadaan ekonomi, politik, dan keamanan menjadi pokok perhatian penulis dalam memaparkan motivasi Cina tersebut. Dalam Penelitian ini, penulis menggunakan konsep national interest dan negosiasi untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah yang ada. Hal-hal yang terjadi seiring dengan adanya kerjasama ACFTA diusahakan semaksimal mungkin agar sesuai dengan kepentingan nasional yang ingin diraih Cina. Negosiasi ACFTA yang dijalankan Cina merupakan bentuk keselarasan antara kesepakatan kerjasama internasional dengan kebijakan dan kepentingan nasional Cina. Dengan demikian Cina dapat meraih manfaat yang lebih bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Kemudian strategi yang diterapkan me rupakan bagian dari kompromi dan kolaborasi antara Cina dengan negara-negara ASEAN. Penggunaan instrumen berupa upaya mempertahankan argumentasi, janji, tawaran kebaikan, dan membuat kemajuan dengan serangkaian penawaran yang menguntungkan kedua belah pihak secara damai

Kata Kunci : Mahatir Dan Sikap Malaysia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.