Abri Dan Misi Operasi Pemeliharaan Perdamaiaan PBB
AG.PRIHANTORO SP,
1998 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini memaparkan proses konflik/sengketa tanah antara perusahaan perkebunan PT. Lestari Tani Teladan ( PT.LTT ) dengan masyarakat Desa Minti Makmur di Kabupaten Donggala dan menganalisa konflik berdasarkan tahapan konflik untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan akar masalah. Bagaimana dan seberapa efektif intervensi konflik yang dilakukan oleh Polres Donggala dalam menyelesaikan dan mengelola konflik pertanahan yang telah dilakukan oleh Polres Donggala dengan menggunakan pendekatan Pemolisian Masyarakat (Polmas). Latar belakang penelitian ini adalah karena tanah sering menjadi sumber konflik. Hal ini disebabkan oleh karena luas tanah tetap sementara jumlah penduduk yang memerlukan tanah selalu bertambah. Konflik yang terjadi selalu berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan setiap orang terhadap tanah. Jika salah dalam menanganinya maka konflik pertanahan tersebut berkembang menjadi sengketa yang terakumulasi dalam bentuk kekerasan dan berlangsung secara terus-menerus. Konflik/sengketa tanah tidak akan pernah berakhir tanpa adanya pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah. Pihak-pihak yang dapat berperan sebagai penengah tersebut adalah Pemerintah Daerah, Kepolisian serta Lembaga Hukum lainnya, Lembaga Adat serta Lembaga Sosial Masyarakat. Peranan dan intervensi polisi diperlukan dalam mencegah dan mengelola konflik sesuai dengan tugas dan wewenangnya sehingga terwujud situasi yang aman dan damai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan dan wawancara serta kajian dokumen. Tipe pendekatan penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang bersifat menjabarkan, menerangkan dan mendeskripsikan secara terperinci permasalahan yang dikaji. Kata Kunci: Konflik Tanah, analisis Konflik, Peranan Polisi
Kata Kunci : Impementasi Pembinaan Teritorial ABRI