Demokrasi di Thailand Tinjauan Berdasarkan Perspektif Ekonomi - Politik
ARUMI, Fitriana,
1997 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini mendeskripsikan bagaimana konstruksi identitas yang dilakukan oleh komunitas muslim melayu Loloan Timur yang menjadi komunitas minoritas diantara kuatnya budaya Hindu di Jembrana Bali. Karena memang Bali yang selama ini terkenal dengan pulau seribu Pura, ternyata tidak selalu berarti Hindu. Ada perkampungan yang di huni oleh komunitas muslim Melayu yang telah menetap di Bali sejak abad ke XV. Perkampungan itu adalah Loloan Timur yang terletak di Kabupaten Jembrana Bali. Komunitas muslim minoritas yang hidup diantara penduduk Jembrana yang mayoritas beragama Hindu selama V abad lamanya, namun masih bisa menjaga tradisi dan identitas mereka sebagai muslim Melayu ditengah budaya Hindu dan tradisi Hindu yang mengakar kuat. Mereka mampu menjadi bagian dari warga Jembrana, hidup berdampingan dengan komunitas Hindu tanpa adanya konflik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan cara pengambilan data menggunakan purposive sampling, dimana informan diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang peneliti tetapkan dari berbagai kalangan masyarakat, baik Islam ataupun Hindu, tokoh masyarakat ataupun masyarakat biasa yang telah tinggal dan hidup menetap di Loloan Timur minimal 10 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terlibat (observation participation) serta wawancara terbuka dan mendalam (indeph interview), dimana peneliti tinggal dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat selama 3 bulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa komunitas muslim Melayu Loloan Timur berada pada dua posisi. Antara status sebagai bagian dari masyarakat Bali yang harus mampu beradaptasi dan mengambil tempat diantara masyarakat Bali yang mayoritas Hindu, sekaligus sebagai komunitas muslim Melayu yang harus mampu menjaga identitas mereka sebagai kelompok minoritas. Pada kenyataannya komunitas ini mampu menempatkan diri pada dua posisi tersebut. Melakukan konstruksi terhadap identitas mereka, melalui lembaga perkawinan dan pendidikan, sekaligus melakukan negosiasi terhadap budaya mayoritas dengan mengambil posisi penting dalam sektor perekonomian rakyat. Hingga melalui konstruksi dan negosiasi tersebut mereka mampu melakukan akulturasi yang juga melahirkan budaya hibrid, antara Melayu dan Bali. Pada akhirnya dengan perbedaan yang ada, komunitas muslim ini diterima dan diakui sebagai bagian dari masyarakat Bali dan dikenal juga sebagai komunitas muslim Melayu Bali. Kata kunci: Komunitas Muslim Melayu Bali, Konstruksi Identitas, Budaya Hibrid
Kata Kunci : Demokrasi - Thailand