Dominasi Barisan Nasional dalam Politik Malaysia 1974-1990
TRIANA, Ina, Ina Triana
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini membahas isu partai politik yang berusaha mengajukan ide baru tentang strategi pengakaran yang digunakan oleh partai politik dalam pemilu. Strategi pengakaran itu mempunyai risiko sekaligus manfaat besar bagi eksistensi partai politik sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan strategi-strategi pengakaran yang digunakan Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada variasi strategi pengakaran yang dijalankan oleh kedua partai politik tersebut. Secara umum, strategi tersebut bersifat institutional maupun kultural. ‘Institutional’ artinya partai politik itu akan memobilisasi massa dalam konteks organisasi atas-bawah dari pusat ke cabang-cabangnya, sedangkan ‘kultural’ berarti partai politik akan berusaha melakukan pemetaan atas budaya-budaya komunitas lokal untuk melihat peluang bagi partai yang bersangkutan. Berdasarkan perbandingan antara kedua partai politik tersebut, terlihat ada perbedaan yang cukup jelas dalam hal strategi pengakaran yang digunakan karena adanya platform yang secara mendasar berbeda antara Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Hingga sekarang, Partai Golkar selalu menerapkan strategi catch-all untuk menjual dirinya sesuai dengan konteks sosial dalam pemilu, dan Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Dalam praktik, partai yang terakhir ini mempunyai kader yang secara ideologis militan dan berbagai doktrin agama yang berhasil diterapkan melalui masjid, kampus, dan kaderisasi berbasis lembaga dakwah kampus. Strategi tersebut membuat partai yang relatif baru ini mampu diperhitungkan dalam pemilu, terlepas dari platform politiknya. Meskipun strategi pengakaran dari partai politik dalam persaingan pemilu tersebut mempunyai risiko sekaligus efek besar terhadap demokrasi, yaitu potensial menghasilkan benturan di kalangan massa atau pendukung partai-partai yang berbeda tersebut, yang pada gilirannya menimbulkan kerusuhan sosial, penerapan strategi tersebut tetap sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup dan eksistensi sebagai sebuah partai dengan konstituen yang relevan. Kata Kunci: Strategi Pengakaran, Pemilu, Partai Politik
Kata Kunci : Politik, Malaysia