Dampak Ekonomi Politik Penanaman Modal Asing Dalam Pengembangan Wilayan Irian Jaya; Studi Kasus PT Freeport Indonesia Company
WANGGAI, Velix Fernando, Velix Fernando Wanggai
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalGerakan buruh Indonesia era reformasi tidak berkembang menjadi satu kekuatan politik yang berpengaruh. Organisasi gerakan buruh gagal memanfaatkan keterbukaan politik untuk memperjuangkan kepentingan politik dan ekonominya. Memang, terbentuk ba nyak serikatserikat buruh dan partai buruh(pekerja), namun tidak memberi kontribusi yang signifikan dalam mengkonsolidasikan buruh sebagai kekuatan politik. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah utama mengapa gerakan buruh di era reformasi lemah. Tujuan penelitian untuk mengetahui sebab-sebab utama lemahnya gerakan buruh, apa strategi negara dan modal mengendalikan gerakan buruh, serta strategi gerakan buruh menghadapi negara dan bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Gerakan buruh lemah diakibatkan beberapa factor. Pertama. Krisis ekonomi mengakibatkan sulitnya kondisi dan posisi buruh: lemahnya posisi tawar buruh berhadapan dengan negara dan modal. Kedua, Rejim Orba tumbang, akan tetapi tidak menggeser kekuatan kekuatan politik dari panggung kekuasaan. Sehingga berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh negara untuk melindungi kepentingan borjuasi nasional dan imperialisme. Ketiga, Negara dan Bisnis(Modal) menjalankan strategi neoliberalisme melalui berbagai undang-undang dan pelembagaan politik dan ekonomi untuk melindungi kepentingan modal nasional dan international. Strategi tersebut berhasil mengkanalisisasi, memecah dan mengkooptasi gerakan buruh. sehingga perjuangan buruh masuk dalam perangkap perjuangan legal formal. Bisnis juga menjalankan strategi yang sama melalui mekanisme manajemen untuk meningkatkan produksi dan menjinakkan buruh. Negara dan Bisnis menjalankan strategi represif/ dominasi manakala kepentingannya terganggu dengan menggunakan aparat keamanan, penjara dan preman. . Keempat, Lemahnya gerakan buruh di Indonesia lebih disebabkan oleh kekosongan kepemimpinan kelas buruh baik secara ideologi, politik dan organisasi. Disisi lain, strategi dan taktik gerakan buruh era reformasi sangat mo noton sehingga mudah dipatahkan oleh negara dan bisnis. Kata Kunci: Negara, Bisnis, Gerakan buruh, strategi, hegemoni dan dominasi,
Kata Kunci : Ekonomi, Indonesia