Transisi Menuju Demokrasi Afrika Selatan
HIARIEJ, Eric, Eric Hiariej
1995 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPakaian bagi mahasiswa merupakan sarana untuk mengaktualisasikan citra diri. Ketika dihadapkan pilihan masa depan, mahasiswa akan melakukan kompromi terhadap pencitraan diri. Kondisi ini muncul tatkala mahasiswa dihadapkan pada pilihan perguruan tinggi yang mendidik mahasiswa menjadi calon pendidik. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan salah perguruan tinggi yang memfokuskan pada dunia pendidikan sebagai pencetak calon-calon pendidik. Selain faktor pengetahuan, aspek kepribadian dan tata kelakuan juga menjadi prasyarat penting untuk menjadi seorang pendidik. Pakaian menjadi salah satu syarat utama untuk menunjukkan citra diri mahasiswa, sehingga pakaian yang dikenakan mahasiswa harus mampu merepresentasikan sikap dan tingkah laku professional mahasiswa sebagai calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konstruksi citra diri mahasiswa program studi kependidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan dua metode, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif (mixed methodology), dimana metode kuantitatif digunakan untuk memfasilitasi penelitian kualitatif. Dengan kata lain metode penelitian kualitatif merupakan metode utama sedangkan penelitian kuantitatif digunakan sebagai penunjang penelitian kualitatif. Kerangka teoritik sebagai analisis hasil mengunakan teori behavioristik, interaksionisme simbolik dan kajian budaya melalui habitus dan eksistensialisme. Potret citra diri yang dikembangkan lebih pada hubungannya dengan lingkungan eksternal individu. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran proses pembentukan citra diri banyak mendapat pengaruh dari lingkungan keluarga terutama orang tua. Peran besar keluarga akan mempengaruhi lingkungan pergaulan dan lingkungan akademik, dimana latar belakang sosial, budaya, ekonomi orang tua menjadi faktor yang mendorong terbentuknya citra diri yang positif. Latar belakang pekerjaan orang tua sebagai guru mampu memberikan stimulus yang positif dalam mempengaruhi mahasiswa untuk membangun citra diri yang tinggi. Selain pekerjaan, pendidikan dan kedekatan dengan orang tua juga membantu mahasiswa dalam pembentukan citra dirinya. Penelitian ini juga menemukan pengaruh lingkungan akademik dan pergaulan turut serta mendorong terciptanya citra diri yang positif. Lingkungan sosial yang baik akan mendorong mahasiswa untuk membangun citra diri yang positif, sebaliknya lingkungan sosial yang buruk akan turut serta mempengaruhi citra diri yang dikembangkan. Citra diri yang dibangun, terutama didorong akan kebutuhan profesi sebagai calon pendidik yang salah satunya dinilai dari tampilan pakaian yang dikenakan sehari-hari. Citra diri yang ditampilkan oleh kebanyakan mahasiswa merupakan cerminan diri mahasiswa sebagai calon pendidik yang harus mampu menunjukkan performa diri (etika, sopan santun, kepribadian dan profesionalitas) yang salah satunya di representasikan melalui pilihan pakaian formal dan sopan. Kata kunci: Citra diri, Pakaian, Lingkungan Sosial
Kata Kunci : Demokrasi, Afrika Selatan