Laporkan Masalah

Prospek Konsepsi Dual Use Technology Jepang: Faktor-faktor Pendukung dan Penghambatnya

HARIYADI, Hariyadi

1995 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Koperasi Mina Bahari 45 adalah organisasi kelompok yang ada di Pantai Depok. Kelompok ini mempertemukan kepentingan masyarakat asli dan nelayan pendatang dalam mengakses sumberdaya yang sama, common pool resorces. Organisai ini mempunyai kemandirian, sirkulasi, dan aktualisasi diri untuk selalu mengutamakan masyarakat asli sebagai wujud teori autopoiesis, dengan membatasi jumlah dan hak nelayan pendatang agar selalu sedikit dan menolak modal dari luar Pedukuhan 45. Implementasi autopoiesis berupa dinamika nelayan pendatang dan masyarakat asli dalam kegiatan pengajian dan arisan yang selalu dilakukan secara berkala. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kerja lapangan (field work). Data diperoleh dengan teknik bola salju dan informasi terus dikembangkan lebih mendalam sesuai dengan pertanyaan penelitian. Data disusun dan dianalisis berdasarkan teori autopoiesis dan strukturasi Giddens untuk mengelola konflik yang mungkin muncul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi 45 mampu menerapkan teori autopoiesis karena adanya norma dalam kelompok dan keharusan memiliki KTP setempat bagi nelayan pendatang yang ingin melakukan kegiatan produktif lain selain melaut sehingga dapat mengelola konflik kepentingan. Manajemen konflik yang digunakan oleh Kelompok 45 adalah membolehkan (enabling) nelayan andon untuk mengambil ikan di pantai dan melarang (constraining) dalam memanfaatkan lahan pantai untuk kegiatan produktif, sedangkan masyarakat asli dibolehkan untuk melakukan keduanya. Kata kunci: common pool resources, nelayan andon, masyarakat asli, manajemen konflik, enabling, constraining, pengorganisasian, autopoiesis.

Kata Kunci : Teknologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.