Bantuan Luar Negeri dan Hubungan Ekonomi - Politik Indonesia - Jepang (1985-1992)
HERNANDAR, Jajang,
1995 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian mengenai Pengembangan Masyarakat Nelayan Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) Di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo bertujuan mengetahui proses pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dalam pengembangan nelayan Karangwuni, Kabupaten Kulonprogo serta mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi pada nelayan Karangwuni Kabupaten Kulonprogo dengan adanya program PEMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Alasan pemilihan terhadap desa penelitian adalah karena Karangwuni merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Kulonprogo yang memiliki potensi kegiatan perikanan yang besar karena akan dibangun pelabuhan perikanan, namun nelayan yang terlibat aktivitas penangkapan masih sedikit sehingga menarik untuk dijadikan lokasi penelitian. Unit analisis penelitian ini adalah nelayan yang menjadi sasaran program PEMP. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan juga studi dokumentasi. Pemberdayaan merupakan proses pemberian daya/ kekuatan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau belum berdaya, sehingga mereka mampu menoptimalkan dan mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya dengan inisiatifnya sendiri. Indikator pemberdayaan mencakup tiga aspek yakni kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, mengatasi masalah dan mengakses sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan Karangwuni telah menerima bantuan dana yang diwujudkan dalam bentuk kapal beserta alat tangkapnya beserta pelatihan. Namun, dalam pelaksanaannya, nelayan masih sebagai penerima program saja, sehingga dapat dikatakan program PEMP masih bersifat top-down. Sosialisasi yang kurang intensif sehingga persepsi nelayan terhadap program masih keliru yang berakibat pada macetnya pengembalian dana bantuan PEMP yang seharusnya dapat digulirkan. Pemberdayaan pada nelayan Karangwuni juga belum dapat dikatakan berhasil. Nelayan Karangwuni masih mengandalkan dan kembali pada sektor agraris maupun non perikanan. Kesimpulannya, program PEMP masih salah sasaran dan lebih bersifat top-down, karena umumnya jatuh pada nelayan juragan atau pemilik modal, partisipasi nelayan masih pasif, masih terdapat dominasi pemerintah dalam kegiatan pemberdayaan nelayan maupun pembentukan pengurus lembaga seperti LEPP M3; sehingga kegiatan perikanan ikan di laut masih belum dapat berjalan secara berkelanjutan, dan perkumpulan nelayan yang semasa awal program PEMP aktif berjalan lambat laun mulai vacuum kembali. Perkembangan yang dirasakan pada diri nela yan secara prinsip adalah kepemilikan kapal beserta alat tangkap khususnya bagi nelayan juragan atau pemilik modal, peningkatan keterampilan di sektor penangkapan sehingga dapat memperluas jangkauan wilayah penangkapan. Kata kunci: Pengembangan, pemberdayaan, nelayan, Karangwuni.
Kata Kunci : Hubungan Internasional - Indonesia - Jepang