Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandar Udara Dalam Mengantisipasi Lonjakan Frekuensi Penerbangan
AZIS DESTINO M, Moga Destino Azis
2004 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Tesis ini memilih topik tentang dinamika konflik tanah Pulau Mabuli kabupaten Halmahera Timur (studi konflik masyarakat adat Buli Asal dengan masyarakat Mabapura). Rumusan masalah bagaimana dinamika konflik tanah Pulau Mabuli antara masyarakat adat Buli Asal dengan masyarakat Mabapura? konflik dalam studi ini dapat dilihat dalam tiap fase mulai dari pra konflik, konfrontasi, dan krisis. Untuk mengetahui dinamika dalam tiap fase konflik yang terjadi, penulis melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang dianggap bisa menjadi informan diantaranya, tokoh adat Buli Asal, kepala desa Mabapura, tokoh masyarakat kedua desa, pemilik lahan dan pemerintah daerah. Selain wawancara penulis juga melakukan observasi dan dokumentasi mengumpulkan data untuk dicocokkan dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara keduanya (masyarakat adat Buli Asal dan Mabapura) terus terpelihara tanpa ada penyelesaian, sehingga mengalami dinamika pada tiap fase. Arena konfliknya berbeda mengikuti isu-isu baru, namun substansi konfliknya tetap sama yaitu hilangnya akses dan kontrol masyarakat adat terhadap wilayah adat dan sumber daya dalam hal ini tanah. Aktor yang terlibat dalam konflik ini dapat di bagi menjadi aktor utama dan aktor pendukung, aktor utamanya adalah masyarakat adat Buli Asal dan masyarakat Mabapura. Sedangkan aktor pendukungnya adalah pihak pemerintah daerah, yang mana terlibat secara tidak langsung menyebabkan konflik. Pemerintah daerah terlibat dalam tiap fase konflik, mulai dari fase masuknya pendatang tahun 1971 pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan menghadirkan pendatang di wilayah adat masyarakat Buli Asal yang merupakan fase awal konflik. Selanjutnya fase pemekaran tahun 2003, yang mana mulai bermunculan desa dan kecamatan baru diwilayah Halmahera Timur, yang secara langsung menyebabkan perubahan batas-batas wilayah desa, tanpa terkecuali desa adat Buli Asal juga mengalami perubahan batas desa. Berikutnya fase masuknya perusahaan tahun 2006, kebijakan pemerintah menghadirkan perusahaan menimbulkan konflik dimasyarakat karena permasalahan kepemilikan tanah dan batas wilayah yang belum juga selesai pada fase-fase sebelumnya (fase pendatang dan fase pemekaran). Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa sangat mungkin dalam sebuah konflik mengalami perubahan dalam substansi konflik, namun adapula yang substansinya tetap sama akan tetapi arena konfliknya yang berbeda mengikuti isu-isu baru. Masukkan penulis pemerintah daerah diharapkan dalam merumuskan setiap kebijakan, tidak semena-mena mengunakan kacamatanya dalam melihat sebuah permasalahan, kerena ketika kebijakan yang dikeluarkan salah maka beresiko menimbulkan konflik dimasyarakat, yang diakibatkan oleh sebuah kebijakan yang salah. Kata kunci: Dinamika dan Konflik Tanah Pulau Mabuli.
Kata Kunci : Strategii