Laporkan Masalah

Strategi Alternatif Pengembangan Industra Kecil

NINGSIH L, Lestari Ningsiah

2004 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Sebagai bangsa yang kemerdekaannya diraih dengan keterlibatan kekuatan rakyat semesta, nasionalisme Indonesia terbangun dari semangat populisme. Dalam keterbatasan kapasitas ekonomi dan militer pasca kemerdekaan, Berbagai kebijakan luar negeri RI juga mendapatkan sambutan dan dukungan kuat dari kekuatan massa. Namun dalam perjalanan sejarah, akibat elitisme di jaman kekuasaan Soeharto, membuat kebijakan luar negeri mengalami elitisasi. Pengaruh massa diredam. Kebijakan dijalankan hampir secara personal oleh presiden Soeharto sehingga politik luar negeri RI menjadi tak terlembaga baik. Perubahan sistem politik di era Reformasi sejak jatuhnya kekuasaan Presiden Soeharto menciptakan peluang untuk melakukan reformulasi dan pelembagaan terhadap PLNRI. Sementara itu dalam kurun satu dasawarsa era Reformasi di Indonesia (1998-2008) panggung politik dunia telah mengalami banyak perubahan dan dinamika yang menghadirkan peluang serta tantangan bagi politik luar negeri Republik Indonesia, khususnya globalisasi ekonomi dan transformasi isu-isu internasional. Ketidakjelasan profil PLNRI pada awal masa Reformasi menjadi sebuah tantangan intelektual, yakni bagaimana menjelaskan ”profil” PLNRI yang sering kali disimplifikasi sebagai ”tak berprofil” belaka. Reformasi memberi peluang kembalinya populisme, namun implementasi kebijakan luar negeri RI terkadang masih tampak elitis. Sebuah kombinasi yang menantang analisis ilmiah. Oleh karena itu secara khusus karya ini juga mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk profil implementasi kebijakan luar negeri RI di era Reformasi. Tiga bingkai analisis yang akan digunakan dalam karya ini yakni teori perimbangan ancaman (balance of threat theory), argumen perimbangan kepentingan (balance of interest argument), dan model mobilisasi politik (political mobilization model). Ketiga pendekatan tersebut disebut sebagai pendekatan realisme neoklasik yang berusaha menyempurnakan pendekatan realisme struktural. Berdasarkan bingkai analisis tersebut dirumuskan dua variabel independen yakni intensitas tekanan internasional dan penyelarasan antara kepentingan elit dan publik domestik. Dari situ dapat disusun lah tipologi yang menunjukkan empat varian profil PLNRI, yakni populisme aktif, populisme reaktif, populisme semu, dan non populisme. Keempatnya merupakan ragam profil PLNRI yang terdapat di dalam implementasi PLNRI di era Reformasi. Dengan memanfaatkan metode analisis teks dan wacana, akan dibuktikan bahwa kedua variabel di atas menjadi pembentuk ragam profil implementasi PLNRI. Dalam tekanan internasional yang kuat, semakin tidak selaras kepentingan elit dan massa, PLNRI semakin tidak populis, dan dalam tekanan internasional yang lemah, semakin tidak selaras kepentingan elit dan massa, populisme PLNRI semakin semu. Kata-kata kunci: politik luar negeri bebas-aktif, realisme neoklasik, elitisme, populisme, tekanan internasional, penyelarasan domestik.

Kata Kunci : Strategi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.