Laporkan Masalah

Kebijakan Pengembangan Koperasi Selama Pembangunan Lima Tahun Kelima

AGUSSALIM, Agussalim

1997 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

INTISARI Air minum dan sanitasi merupakan hak dasar sehingga negara harus menjamin dan melindungi keberlanjutan akses masyarakat terhadap air bersih. Kitapun menyadari bahwa kekurangan air bersih seringkali dapat menimbulkan berbagai macam masalah sosial, terutama masalah kesehatan masyarakat. Masalah kesehatan ini selalu muncul pada saat masyarakat kesulitan untuk memperoleh air bersih, seperti pada saat musim kemarau. Dengan demikian perlu penangan terpadu lintas sektor, lintas instansi dan lintas wilayah. Di Indonesia hampir seluruh penyediaan air bersih untuk masyarakat dilakukan oleh perusahan air minum milik pemerintah (daerah). Badan usaha yang mengelola air minum sebagian besar berbentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Keluhankeluhan masyarakat terhadap kinerja PDAM Kabupaten Kupang sering menjadi persoalan. Selain itu persoalan yang berkaitan dengan kebocoran air, namun fenomena kebocoran air merupakan salah satu persoalan yang patut disesalkan. Pendekatan pelayanan prima, dengan menerapkan model tersebut, diharapkan organisasi PDAM Kupang akan mampu melaksaakan tugas pelayanannya, berusaha mengevaluasi serta membenahi aspek-aspek lingkungan internalnya. Didasarkan atas pemikiran tersebut maka kajian dalam tesis ini dilakukan dengan menggunakan trianggulasi dengan sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode tSrianggulasi. Hal ini dapat dicapai dengan jalan : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan PDAM Kabupaten Kupang dengan apa yang dikatakan oleh konsumen; (3) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Dalam membandingkan ini tidak harus dicapai kesamaan pandangan, pendapat, atau pikiran yang terpenting adalah mengetahui alasan-alasan terjadinya perbedaan-perbedaan tersebut. Dari hasil penelitian dan analisis teridentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja PDAM Kupang yakni bahwa kualitas dan alokasi sumber daya yang dimiliki PDAM Kupang belum dioptimalkan menyebabkan respon dan tanggapan. Isu mengenai kualitas layanan cenderung menjadi semakin penting dalam menjelaskan kinerja organisasi pelayanan publik. Banyak pandangan negatif yang terbentuk mengenai organisasi publik muncul karena ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diterima dari organisasi publik. Dengan demikian, yang menjadi indikator dalam penilaian kinerja adalah (1) Produktifitas pelayanan. (2) Responsibilitas (3) Responsivitas (4) Kualitas pelayanan, ke 4 dimensi ini dapat digunakan untuk mengukur kinerja PDAM Kabupaten Kupang. Dengan demikian solusi pemikiran yang penting disampaikan adalah bahwa dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan Perusahan Daerah (PDAM) Kabupaten Kupang juga harus mampu memperhatikan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Serta perlunya Revitalisasi Pada PDAM Kabupaten Kupang. Kata kunci : Kinerja,

Kata Kunci : Koperasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.