Implementasi Proyek Fasilitas Kredit Industri Kecil di Kecamatan Mlati dan Sayegan Kabupaten Dati II Sleman
KRISSETYANI, Eunike Prapti Lestari, Eunike Prapti Lestari Krissetyani
1996 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)INTISARI Tesis ini akan mendiskusikan mengenai entrepreneurial spirit (ES) yang dimiliki oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Grobogan. Eksistensi yang ditunjukkan bidang pertanian kepada daerah, tidak terlepas dari kerja keras Distanbun yang tampak telah memiliki ES, sebagai fungsi yang bertanggungjawab di bidang pertanian dan perkebunan. Mendorong peneliti ke perumusan masalah ”Bagaimana entrepreneurial spirit Distanbun Kabupaten Grobogan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Grobogan?Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui ES Distanbun dalam usahanya meningkatkan produktivitas pertanian, mengetahui aspek-aspek yang dikembangkan dalam membangun ES dan mengetahui peran kepala dinas terkait dengan ES yang dimiliki. Dalam penulisan ini digunakan teori baru mengenai ES dalam Government, yang telah berperan penting dalam peningkatan kinerja birokrasi dan mampu menyesuaikan diri terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Melihat birokrasi dalam hal ini Distanbun yang memiliki kasus ES yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Grobogan, menganalisis, mendiskripsikan dengan menyajikan hasil temuan di lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa dalam meningkatkan produktivitas pertanian Kabupaten Grobogan, ES telah tampak dalam diri Distanbun, meskipun belum sepenuhnya ”belum murni” memiliki. Birokrasi yang berorientasi pada pengguna jasa/pelanggan, tampak ketika daya upaya yang dilakukan Distanbun menginginkan masyarakat petani berdaya dan mencukupi kebutuhan petani dengan terbuka dengan stakeholders terkait. Birokrasi yang berorientasi pada efisiensi dan efektivitas tampak dalam penggunaan anggaran untuk kegiatan yang efektif, sedangkan mengembangkan sistem insentif yang menghargai efisien dan efektivitas telah dilakukan meskipun sebatas insentif psikologis. Mendorong dan melembagakan perubahan untuk merespon dinamika lingkungan, tampak dalam kreativitas dan inovasi seluruh SDM Distanbun mulai dari bibit, sitem tanam hingga pemasaran. Menempatkan misi sebagai panglima tampak dalam pembentukan struktur dan kebijakan/program dengan melihat misi untuk mencapai visi. Usaha yang dilakukan untuk membangun ES, menemukan fungsi bidang pertanian, membangun kualitas SDM, memperkenalkan dan merubah budaya birokrasi lama ke baru (ES), dan pengenalan secara benar akan siapa dan apa kebutuhan dan permasalahan pelanggannya. Kepala Distanbun merupakan pula faktor pendorong tumbuhnya ES, melalui suasana kerja bukan bawahan dan atasan melainkan rekan sekerja. Perihal persoalan-persoalan yang muncul dalam pengembangan ES bagi Distanbun dikemukakan beberapa rekomendasi. Pertama, membuat pos tersendiri dalam anggaran mengenai insentif. Kedua, masih terkait anggaran, supaya tidak tergantung dengan APBD dan APBN seperti pengadaan pos anggaran seperti yang telah dikemukakan, Dinstanbun menambah pemasukan lewat kegiatan usaha yang dilakukan sendiri. Promosi hasli produk pertanian dan perkebunan selain secara langsung juga melalui web dan melalui agrotourism. Keempat untuk meningkatkan keprofesionalan SDM, dinas secara aktif mengusahakan beasiswa bagi pegawi yang menunjukkan kinerja yang baik dan kompenten. Kunci: Birokrasi Wirausaha, Semangat Wirausaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Grobogan, Menumbuhkan Semangat Wirausaha, Kepemimpinan Kepala Dinas
Kata Kunci : Kredit Usaha Kecil