Implementasi Kebijaksanaan Penyelenggaraan Urusan Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dati II Sleman
SUSILASTUTI, Rr Vera Yuwantari, Rr.Vera Yuwantari
1997 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)INTISARI Sebagian kaum perempuan di Indonesia masih terkungkung dalam posisi yang tidak berdaya. Kondisi tersebut menyebabkan kaum perempuan mencari alternatif pekerjaan yang bersifat informal. Usaha mikro merupakan alternatif pekerjaan yang dipilih oleh kaum perempuan, namun kondisi tersebut tidak dikuti oleh keterbukaan akses, baik akses permodalan, pemasaran, dan sumber daya. Kota Cilegon dijadikan lokus dalam penelitian ini karena Kota Cilegon merupakan daerah yang mempunyai tingkat pendapatan domestik regional bruto yang tinggi, tetapi kondisi tersebut bertolak belakang dengan tingkat kemiskinan yang ada di Kota Cilegon, terutama kemiskinan pada kaum perempuan. Adanya upaya Pemerintah Daerah Kota Cilegon dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon dengan cara memberikan akses permodalan serta peningkatan kemampuan wirausaha kepada masyarakat miskin, pengangguran, dan usaha mikro merupakan program yang menarik untuk dikaji tingkat efektivitasnya. Penelitian ini mencoba mengurai tingkat efektivitas Unit Pelakasana Teknis Pemberdayaan Ekonomi (UPT PEM) Kota Cilegon dalam melakukan pola pemberdayaan ekonomi kepada mitra binaan, terutama mitra binaan kaum perempuan serta melihat dampak dari program ini terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mitra binaan dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, sedangkan metode evaluasi program menggunakan single after only dan single before–after. Teknik pengumpulan data menggunakan empat cara, yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon masih menyisakan banyak permasalahan, yang pertama tingkat kecepatan pencairan pinjaman yang lambat, yang kedua tingkat kemacetan yang besar, yang ketiga tingkat perkembangan usaha yang tetap, yang kempat tingkat intensitas pemagangan, pendampingan, dan konsultasi yang rendah sehingga kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat kemampuan dan pengetahuan mitra binaan. Sementara itu, program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon tidak terlalu signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan perubahan kesejahteraan rumah tangga mitra binaan. Untuk mengefektifkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Cilegon maka rekomendasi yang diajukan adalah : pertama, meningkatkan intensitas pendampingan dan pemagangan, kedua, menciptakan pelayanan yang berkualitas, yakni cepat dan tidak berbelit-belit, ketiga, meningkatkan intensitas sosialisasi melalui audensi, media (elektronik dan cetak), serta penyuluhan. Keywords : Kaum Perempuan; Program Pemberdayaan Ekonomi; Tingkat Efektivitas Program
Kata Kunci : Tanaman Pangan