Laporkan Masalah

Kontestasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Arena Pembangunan Jaringan Air Baku Treng Wilis di Kabupaten Lombok Timur

M.Zainul Asror, Susetiawan

2017 | Tesis | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

INTISARI Pembangunan jaringan air baku Treng Wilis merupakan salah satu dari sekian kasus konflik yang terjadi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kabupaten Lombok Timur melalui program nasional yang dibiayai dari APBN akan melakukan privatisasi terhadap sumber air Treng Wilis dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang terjadi di sebagian wilayah Lombok Timur. Namun masyarakat di sekitar sumber air Treng Wilis yang telah lama mamanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan air bersih dan irigasi melakukan penolakan. Masyarakat beralasan jika dilakukan privatisasi terhadap sumber air Treng Wilis maka akan menyebabkan masyarakat kekurangan air bersih dan lahan pertanian akan kekeringan. Kondisi tersebut kemudian menjadikan pemerintah dan masyarakat berkontestasi untuk memperebutkan sumber air Treng Wilis. Muncul pertanyaan “Mengapa terjadi kontestasi dalam pembangunan jaringan air baku Treng Wilis?” Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan mengumpulkan dokumentasi. lokasi penelitian berada di desa Perian Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Teknik informan yang digunakan adalah purposive dengan memilih beberapa informan yaitu: Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, PDAM, BWS, serta LSM. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan diinterprestasi untuk menemukan alasan terjadi kontestasi antara pemerintah dan masyarakat. Dari hasil analisis dan interpretasi data dapat disimpulkan bahwa kontestasi dalam pembangunan Treng Wilis disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. tujuan pemerintah Lombok Timur adalah mempersiapkan infrastruktur air bersih untuk pengembangan pariwisata dan menarik investor, berbeda dengan alasan yang mengatakan proyek Treng Wilis untuk membantu kekeringan wilayah selatan. Sementara masyarakat tetap mempertahankan air Treng Wilis sebagai sumber irigasi utama. Kontestasi terjadi antara kedua pihak dengan memanfaatkan berbagai jenis modal (ekonomi, sosial, budaya, simbolik) dan strategi masing-masing. Masyarakat berhasil melakukan dominasi dalam arena kontestasi. Dominasi tersebut kemudian menjadi peluang bagi masyarakat untuk menuntut keadilan atas ketimpangan pembangunan yang mereka alami sekian lama. Kata kunci: Kontestasi, Sumber Air, Pembangunan

Kata Kunci : Sumber Air


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.