Laporkan Masalah

Analisis Strategi Percepatan Peningkatan Kepemilikan Akta Kelahiran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen

Anindya Arief Setiadi , Bevaola Kusumasari

2017 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

INTISARI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kepemilikan dan tingginya angka keterlambatan pengurusan Akta Kelahiran di Kabupaten Kebumen. Akta Kelahiran mempunyai beberapa fungsi penting seperti sebagai dokumen yang menunjukkan hubungan hukum antara anak dengan orang tuanya, bukti awal kewarganegaraan serta menjadi identitas diri pertama yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi percepatan peningkatan kepemilikan Akta Kelahiran yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Osborne dan Plastrik. Konsep ini dianamakan konsep Five C’s Strategy. Kelima konsep strategi ini bertujuan untuk mentransformasikan sistem dan organisasi pemerintahan yang birokratis menjadi sistem dan organisasi yang mempunyai semangat wirausaha. Lima konsep strategi tersebut adalah Core strategy, Consequences strategy, Customer strategy, Control strategy dan Culture strategy. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dukungan data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa kelemahan dan hambatan dalam pelaksanaan strategi percepatan peningkatan kepemilikan Akta Kelahiran. Core strategy, kelemahan strategi ini adalah sampai saat ini belum dibentuk UPTD sehingga fungsi pelayanan belum bisa dilaksanakan di tingkat Kecamatan. Tidak adanya UPTD mengakibatkan Bidang Pencatatan Sipil melaksanakan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi pembuat kebijakan dan fungsi pelayanan. Kelemahan lainnya, tujuan organisasi belum dirumuskan secara detail untuk masing-masing misi dan adanya pegawai yang memiliki pemahaman berbeda terhadap visi, misi dan tujuan organisasi. Consequences strategy, kelemahan yang ditemukan adalah tidak adanya reward dan punishment untuk memotivasi pegawai karena tugas pelayanan penerbitan Akta Kelahiran masih dianggap rutinitas. Customer strategy, pada pelaksanaan beberapa model pelayanan banyak ditemui hambatan, seperti ketidaksinkronan data sehingga masyarakat harus bolak balik untuk memperbaiki ataupun melengkapi persyaratan, jarak yang jauh dan keterbatasan dana operasional, tidak semua bidan mau membantu membuatkan Akta Kelahiran dan masalah koneksi jaringan. Disamping itu, waktu penyelesaian pembuatan Akta yang menurut SOP adalah 5 (lima) hari juga cukup memberatkan masyarakat karena harus balik lagi ke Dispendukcapil untuk mengambil Akta Kelahiran yang sudah jadi. Control strategy, kelemahan strategi ini adalah masih adanya ego sektoral di Seksi atau Bidang dalam penentuan anggaran, mekanisme penampungan ide dan gagasan belum dilaksanakan dengan baik dan pelaksanaan kerjasama dengan penyelenggara pendidikan di tingkat PAUD, TK dan SD belum dilaksanakan secara intens. Pada Culture Strategy, kelemahan yang ditemukan yaitu masih jarangnya rotasi kerja bagi PNS, penghargaan yang belum diberikan secara formal dan masih minimnya kesempatan untuk melakukan kinerja benchmarking bagi pegawai yang melaksanakan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Kata kunci: Akta Kelahiran, pelayanan publik, strategi peningkatan kinerja

Kata Kunci : Pelayanan Publik - Kebumen( Jawa Tengah)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.