Laporkan Masalah

Keterlibatan para Aktor dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan:(Studi di Koperasi Sedyo Lestari Desa Karangasem Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul

Anniza Cahya Kusuma , Nunuk Dwi Retnandari

2016 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

INTISARI Isu-isu pengelolaan dan pembangunan hutan di Indonesia sekarang ini menempatkan hutan tidak hanya digunakan sebagai alat pemuas ekonomi saja melalui pemanfaatan timber (kayu) tetapi pengelolaan sumberdaya hutan sekarang ini cinderung mengarah pada upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat dalam rangka bersama-sama mengelola untuk mendapatkan kemanfaatan secara ekonomi serta tanpa menyampingkan kelestarian ekosistem hutan. Untuk itu Kementrian Kehutanan yang sekarang menjadi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan skema hutan kemasyarakatan (HKm) yang merupakan skema peningkatan standart kehidupan masyarakat dengan tujuan menurunkan angka kemiskinan masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan HKm dengan melihat keterlibatan para aktor dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan dengan merujuk pada sekumpulan peran akan para pelaku/aktor pengelolaan hutan dalam kaitannya melakukan pembangunan sumberdaya hutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif dengan mengambil studi kasus di KTHKm dan koperasi Sedyo Lestari kecamatan Paliyan Gunungkidul. Proses pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Perlunya melakukan identifikasi peran dan kepentingan dari parapihak yang terlibat melalui analisis stakeholders pada pelaksanaan HKm ialah untuk membantu dalam memahami bagaimana stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan hutan kemasyarakatan Identifikasi peranan stakeholder dengan menggunakan pendekatan 4Rs yang dikembangkan oleh IIED (International Institute for Environment and Development) dengan melihat peranan berdasarkan 4 element yaitu stakeholders berdasarkan Rights (hak dan kewajiban), Responsibilities (tanggung-jawab), Revenue/Returns (hasil), dan Relationship (hubungan antar stakeholder). Sehingga melalui analisis stakeholder maka akan telihat pihak terkait baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung serta dapat menemukan stakeholder yang mempunyai kekuatan distribusi yang kuat dan pada akhirnya dapat mengetahui stakeholder yang paling banyak memberikan pengaruh (dampak) dan siapa saja stakeholder yang terkena dampak dari pelaksanaan kebijakan hutan kemasyarakatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah cukup dilibatkan dalam keseluruhan proses pelaksanaan kebijakan HKm tetapi jika melihat perihal kemanfaatan memang belum bisa menjawab keinganan kelompok oleh karena regulasi yang dianggap menjadi kendala dalam proses perizinan sehingga sampai sekarang kelompok belum bisa merasakan kemanfaatan dari kelola kawasan HKm. Berkaitan dengan kelola usaha dan kelola kelembagaan sudah dapat dirasakan oleh kelompok hal demikian tidak terlepas dari interaksi stakeholder yang terlibat. Kata kunci: aktor, analisis aktor, hutan kemasyarakatan, Gunungkidul

Kata Kunci : Hutan dan Kehutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.