Laporkan Masalah

Relasi Kuasa dan Ruang Partisipasi Baru:(Studi Kasus Relasi Kuasa Lembaga Ombudsman Daerah DIY Tahun 2005 - 2015 dengan Ruang Kuasa di Level Lokal)

Ratna Mustika Sari, Nur Azizah

2015 | Tesis | Politik dan Pemerintahan

Abstraksi Relasi Kuasa dan Ruang Partisipasi Baru (Studi kasus: Relasi Kuasa Lembaga Ombudsman Daerah DIY tahun 2005-2015 dengan Ruang Kuasa di Level Lokal) Ratna Mustika Sari NIM: 13/359663/PSP/04965 Tulisan ini dimulai dari ketertarikan penulis untuk membaca relasi kuasa antara Lembaga Ombudsman Daerah DIY sebagai ruang partipasi baru dengan ruang kuasa yang telah menciptakannya ruang tesebut. Ruang baru partisipasi ini lahir dari reformasi tata kelola pemerintahan yang memberikan peluang untuk melahirkan struktur baru dan arena baru yang demokratis berada ditengah (intermediate), terletak antara Negara dan warganegara. Perubahan politik dan relasi kuasa pada fase pasca pembentukan LOD DIY menjadikan ruang kuasa yang telah melahirkan LOD DIY melakukan intervensi terhadap ruang partisiapsi baru yang telah dibentuknya. Yang pada akhirnya ‘dipaksa’ kembali pada corak kekuasaan yang telah membentuknya. Lebih jauh tulisan ini akan mengkaji sejauh mana LOD DIY melakukan perlawanan dan menggunakan ruang kuasa yang ada diluar dirinya untuk mengembalikan esensi dari hadirnya ruang partisipasi baru. Pertanyaan besar dalam penelitian ini adalah Bagaimana tantangan kuasa yang dihadapi LOD DIY sebagai ruang partisipasi baru?. Berdasar dua pertanyaan tersebut, Penulis menurunkan menjadi tiga pertanyaan: (1) Bagaimana Situasi dan konstelasi politik yang terjadi sehingga pembentukan LOD DIY sebagai ruang partisipasi baru diwujudkann oleh Pemerintah DIY DIY? (2) Bagaimana perubahan konstelasi politik yang terjadi pada pasca pembentukan LOD DIY sebagai ruang partisipasi baru, dan apa penyebab dari perubahan konstelasi tersebut? (3) Bagaimana upaya LOD DIY mengadvokasi dirinya dari upaya kontrol dan dominasi ruang kuasa yang telah menciptakannya serta sejauh mana masyarakat sipil berkontribsi terhadap advokasi tersebut. Dalam menjawab rumusan masalah diatas, Penulis menggunakna Teori Power Cube (teori kubus kekuasaan) dari Gaventa. Teori ini melihat relasi antara level, formasi dan arena kekuasaan bersifat terpisah tapi saling terhubung satu dengan lain. Dari beberapa dimensi kekuasaan tersebut, Penulis hanya akan menggunakan kekuasaan pada level lokal dan nasional dengan arena kekuasaan di LOD DIY sebagai invited spaces dalam relasinya dengan tiga formasi kekuasaan yaitu:visible, hidden dan invisible power. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Ada tiga Temuan dan Kesimpulan dari Kajian mengenai relasi kuasa dan Ruang Partisipasi Baru dengan studi kasus LOD DIY. Pertama, LOD DIY sebagai Ruang partisipasi baru diciptakan dengan formasi visible power yang lahir melalui mekanisme formal dengan menggunakan instrumen dan kebijakan dari pemerintah daerah. Kedua, LOD DIY berelasi dengan dua dinamika ruang kuasa yang berbeda, pertama ruang kuasa yang telah menciptakan LOD DIY dan kedua adalah ruang kuasa yang menjadi objek pengawasan LOD DIY. Relasi antara LOD DIYdengan dua dinamika ruang kuasa tersebut melahirkan problem ketika LOD DIY melakukan dua pola relasi. (1) relasi dengan ruang kuasa tersebut mengusik kepentingan dari ruang yang telah menciptakannya yang sekaligus

Kata Kunci : Ombudsman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.