Kolaborasi Antara Aparatur Birokrasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta
Dwi Agustina, Bevaola Kusumasari
2015 | Tesis | Manajemen dan Kebijakan PublikIntisari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat dikatakan sebagai laboratorium mini bencana, hal ini dikarenakan potensi terjadinya bencana di DIY sangat besar. DIY memiliki 12 ancaman bencana yaitu: Banjir, Epidemi & Wabah penyakit, Gelombang Ekstrim & Abrasi, Gempa Bumi, Tsunami, Gagal teknologi, Kekeringan, Letusan Gunung Api, angin Kencang,Tanah Longsor, Kebakaran, dan Bencana Sosial. Dengan adanya beberapa Jenis ancaman Bencana tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah dituntut lebih siap dalam menurunkan risiko jumlah korban apabila terjadi bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana tidakklah dapat dilakukan oleh satu pihak saja, sesuai dengan amanat Undang-Undang No 24 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa penyelenggaraan Penanggulangan bencana pemerintah tidak boleh melakukan sendirian dan harus melibatkan multi stakeholder. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi langsung, Wawancara mendalam dengan Pemeriintah Daerah Istimewa Yogyakarta, BPBD, dan beberapa anggota Forum PRB Yogyakarta. dan Penelaahan terhadap Dokumentasi tertulis. Pemerintah Daerah Yogyakarta menyadari bahwa pelibatan multi stakeholder diperlukan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. atas dasar inisiasi dari berbagai stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana pada saat gempa bantul maka dibentuklah sebuah forum sebagai wadah berkumpulnya para stakeholder dari berbagai unsur yaitu Forum Pengurangan Risiko Bencana atau lebih sering disebut Forum PRB DIY. Dengan adanya froum ini para aktor melakukan fungsi masing-masing dengan cara berkoordinasi dan saling bekerjasama. Penelitian ini yang mengacu pada kolaborasi antara Pemerintah DIY dan Forum PRB DIY mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan penyelanggaraan Penanggulangan bencana di DIY saat ini telah dilakukan oleh berbagai multi aktor secara kolaboratif. Masing-masing aktor telah di bagi-bagi perannya sesuai dengan keahlian masing-masing. Dalam Collaborative Governance dapat dilihat melalui dua Dimensi yaitu Sistem Konteks dan dimensi pendorong. Melalui dua dimensi tersebut dalam penelitian ini melihat bagaimana kolaborasi yang terjadi diantara Pemerintah DIY dan Froum PRB DIY. Kata Kunci: Bencana, Penyelenggaraan penanggulangan bencana, Multi Stakeholder, Collaborative Governance
Kata Kunci : Manajemen Bencana - Yogyakarta