Dari Frame Kebenaran Tunggal ke Frame Kebenaran Plural:Transformasi Frame & Keajegan Pragmatisme Tempo Mengungkit Tragedi 1965
Gilang Desti Parahita, Kuskridho Ambardi
2015 | Tesis | Ilmu KomunikasiABSTRAK TEMPO sebagai media pers telah menyinggung peristiwa 1965/66 dalam sejumlah terbitan sepanjang Orde Baru dan Reformasi. Pada sisi lain, tak banyak atau hampir tidak ada penelitian mengenai konstruksi memori kolektif dan tragedi silam di media di Indonesia. Terlebih lagi, pada level internasional penelitian kurang mencermati pengisahan tragedi silam pada dua era rezim politik yang berbeda di negara yang sama . Riset ini mengajukan rumusan masalah bagaimanakah perubahan/keajegan frame atas peristiwa 1965/66 dalam berita retrospektif TEMPO Orde Baru dan Reformasi? Ideologi apakah yang turut bekerja membentuk teks retropektif TEMPO Orde Baru dan Reformasi? Dengan menggunakan analisis framing Gamson & Lasch (1980), analisis wacana dari Helen Fulton (2005), wawancara dan studi pustaka, penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Telah terjadi transformasi frame TEMPO Orde Baru dan Reformasi, yaitu dari frame kebenaran tunggal (hegemonic frame) ke frame kebenaran plural (counter frame); 2) Terjadi keajegan ideologi TEMPO yaitu pragmatisme pers. Memang, ideologi yang terrepresentasi dalam teks menunjukkan TEMPO Orde Baru terkunci di struktur kuasa meski TEMPO mengetahui banyak versi lain yang beredar sementara TEMPO Reformasi berani mengkritisi memori kolektif dengan melakukan “mistifikasi/mitefikasi” atas ingatan yang pada Orde Baru dianggap sebagai kebenaran tunggal. Meski begitu, representasi tersebut menjadi strategi bagi pragmatisme TEMPO untuk tetap bertahan dari tekanan rezim Orde Baru dan tekanan persaingan pasar pada Reformasi. Kata Kunci: Berita Retrospektif, Memori Kolektif, Sponsor Frame, Frame Hegemonik, Counter Frame, Framing, Teori Kritis, Ideologi.
Kata Kunci : Analisis Framing; Media