Sikap Elit Lokal dalam Merespon Kebijakan Otonomi Khusus Papua
Diego Romario de Fretes, Miftah Adhi Ikhsanto
2015 | Tesis | Politik dan PemerintahanAbstrak Studi ini bermaksud untuk mengungkap berbagai macam sikap elit lokal di Papua dalam merespon kebijakan otonomi khusus. Tujuan penelitian ini adalah; Pertama, melacak sikap-sikap elit lokal yang muncul dalam merespon implementasi kebijakan otonomi khusus Papua. Kedua, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamisnya sikap elit lokal di Papua dalam merespon implementasi kebijakan otonomi khusus. Teori elit digunakan untuk memetakan elit yang berada di dalam struktur pemerintahan (governing elite) dan elit di luar struktur pemerintahan (non governing elite) Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan pendekatan new institutionalism dengan memfokuskan pada dua varian besarnya, yaitu rational choice institutionalism dan sociological institutionalism. Kajian ini juga menggunakan konsep desentralisasi asimetris (asymmetrical decentralization). Selain itu, penelitian berdesain studi kasus dengan pendekatan kualitatif ini berupaya mengumpulkan jawaban melalui teknik observasi serta wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian menegaskan bahwa; Pertama, sikap elit lokal di Papua yang muncul ketika merespon kebijakan otonomi khusus dapat dipetakan menjadi 3 kelompok, yaitu: 1) kelompok elit lokal yang berada di dalam struktur pemerintahan lebih cenderung untuk mendukung kehadiran otonomi khusus di Papua yang dinilai berhasil, 2) kelompok elit lokal yang berada di luar struktur pemerintahan khususnya golongan menengah ke bawah yang menolak kehadiran otonomi khusus, dan 3) elit lokal yang bersikap apatis terhadap kehadiran otonomi khusus di Papua. Kedua, sikap elit lokal yang dinilai sangat dinamis dalam merespon kebijakan otonomi khusus Papua dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu; 1) faktor pilihan rasional (rational choice), dan 2) faktor kesukuan dan solidaritas etnis yang merujuk pada kontestasi Papua gunung vs Papua Pantai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elit lokal Papua yang menjadi bagian dari birokrasi di pemerintah daerah cenderung mendukung otonomi khusus sebagai cara untuk mamanfaatkan kebijakan tersebut demi alokasi kepentingannya. Penolakan terhadap otonomi khusus datang dari elit lokal yang berada di luar struktur pemerintahan, bagi kelompok ini otonomi khusus dinilai gagal dan hanya menguntungkan elit atau golongan tertentu. Elit lokal yang bersikap apatis menilai otonomi khusus merupakan tawaran solusi terakhir dari pemerintah pusat. Bagi kelompok ini pemerintah pusat tidak akan memberikan sesuatu yang lebih dari pada otonomi khusus, sehingga muncul ketidakpedulian terhadap implementasi maupun dampak otonomi khusus. Kata kunci: elit lokal, otonomi khusus.
Kata Kunci : Otonomi Daerah Khusus - Papua