Laporkan Masalah

Politik Pencitraan:(Studi Kamunikasi Politik pada Iklan Pemilu Presiden 2009 di Televisi)

Anang Masduki, Kuskridho Ambardi

2014 | Tesis | Ilmu Komunikasi

Abstrak Dalam pemilu 2009 yang diikuti oleh tiga pasang kandidat yaitu Mega- Prabowo, SBY-Budiono dan JK-Wiranto berlomba-lomba mengiklankan diri. Sehingga muncul frase politik pencitraan. Permasalahan yang muncul pertama adalah bagaimana sebenarnya bentuk dan konstruksi politik pencitraan itu sendiri. Kedua, selama ini predikat politik pencitraan sering diidentikan kepada sosok SBY. Apakah selain SBY dalam iklan kampanye tidak melakukan praktek politik pencitraan?. Dua hal inilah yang coba penulis teliti dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan kerangka dimensi politik yang mencakup personal qualities dan performance based traits. Dalam dimensi personal qualities memuat predikat pencitraan yang terdiri Competence, strength, lidership. Adapun dimensi performance based traits memuat predikat pencitraan Warmth/personal qualities, Trust/hoensty, Altruisme dan Other special qualities. Sehingga penulis mengambil judul penelitian “Politik Pencitraan : Study Komunikasi Politik dalam Iklan Pemilu tahun 2009 di Televisi”. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Dimensi politik pencitraan dalam iklan dengan muatan perfomance based-traits adalah iklan milik pasangan Mega-Prabowo dengan judul “kenaikan harga” dan “bangkrut”. Adapun iklan milik pasangan JKWiranto yang berjudul “mampu”. Sedangkan pasangan SBY-Budiono dengan judul “dari sabang sampai Merauke”. Iklan dengan muatan dimensi pencitraan personal characteristic milik pasangan JK-Wiranto dengan judul “humble”. Adapun pasangan SBY-Budiono dengan judul “dari rakyat untuk rakyat”. Sedangkan milik pasangan Mega-Prabowo tidak ada yang secara umum mencerminkan dimensi ini. Selain itu, ditemukan bahwa kandidat Mega-Prabowo cenderung menyerang pasangan SBY-Budiono, pasangan JK-Wiranto iklan yang ditampilkan cenderung mengklaim keberhasilan JK sebagai wakil SBY, selain itu juga banyak menyerang pemerintahan yang dipimpin oleh SBY. Adapun SBY sendiri dalam iklan cenderung berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat dan juga mengklaim keberhasilan pemerintahannya. Kemudian ditemukan juga politik identitas yang ditonjolkan dalam iklan, yaitu identitas negarawan, multikulturalisme, kesejahteraan/kemiskinan dan merakyat. Kata kunci : Komunikasi Politik, Personal Characteristic, Performance basedtraist, Politik Pencitraan, Iklan Pemilu

Kata Kunci : Politik Pencitraan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.