Laporkan Masalah

Kebijakan China dalam Pengembangan Industri Pariwisata Internasional Pada Era Globalisasi:Sebelum dan Sesudah Open - Door Policy

YUNITA, Indah, Siti Daulah Khoiriati

2014 | Tesis | Ilmu Hubungan Internasional

ITISARI Pariwisata internasional merupakan salah satu sektor vital bagi perekonomian sebuah negara. Pada masa lahirnya industri pariwisata pada abad ke-19, pariwisata sengaja diarahkan untuk mendukung terciptanya output dalam rangka mengatasi persoalan pengangguran di negara-negara Barat akibat keberhasilan revolusi industri. Kebijakan tersebut secara riil telah meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan pekerja di negara-negara industri (Sondakh, 2010: 4). Pada 2011, pariwisata menyumbang 9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia baik secara langsung maupun tidak langsung (Kompas, 2012). Selain itu, pariwisata dunia juga perlu mendapat perhatian sebab pada 2010 mengalami kenaikan dari segi international tourist arrivals sebesar 9 kali lipat lebih dibanding tahun 1950 yaitu dari 100 juta menjadi 940 juta turis. Pada 2030 diperkirakan kenaikan jumlah turis internasional mencapai 1800 juta, meningkat dua kali lipat dari tahun 2010 (UNWTO, 2013: 14). Di sisi lain, terjadi ketimpangan profit share yang diterima oleh negara maju dan berkembang. Berdasarkan data UNWTO (2013), pada 2012 negara maju memperoleh market share penerimaan devisa pariwisata sebesar 64,1% dengan jumlah 689 juta dolar AS. Akan tetapi negara berkembang hanya memperoleh market share penerimaan devisa pariwisata sebesar 35,9% senilai 386 juta dolar AS. Meskipun demikian, China sebagai bagian dari negara berkembang justru menunjukkan kondisi berbeda. Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir (1998 s.d. 2012), China selalu masuk sepuluh besar negara penerima devisa pariwisata terbanyak dunia (UNWTO, 1999-2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebijakan pariwisata pemerintah China sebelum dan sesudah open-door policy serta faktor-faktor apa saja yang mendorong kemajuan industri pariwisata internasional di China dari segi inbound tourism setelah diberlakukannya open-door-policy. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan cara studi kepustakaan (librabry research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pariwisata internasional di China sebelum diberlakukannya open-door policy merupakan alat politik dan diplomasi. Sesudah dilakukan open-door policy, industri pariwisata internasional bergeser menjadi bagian dari kegiatan ekonomi. Kemajuan industri pariwisata internasional di China selain ditopang dengan adanya organisasi dan tata kelola pariwisata, anggaran pariwisata, serta kebijakan dan program pariwisata yang baik, diantaranya juga didorong oleh peningkatan akses visa, pemberian fasilitas belanja bebas pajak bagi turis, kesepakatan transportasi udara terbuka, ekspansi maskapai penerbangan dan pengembangan bandara di China, pengembangan pariwisata pesiar, serta program “Tahun Pariwisata China-Rusia” yang dimulai pada 2012. Kata Kunci : kebijakan, pariwisata internasional, China, open-door policy

Kata Kunci : Pariwisata


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.