Dinamika Gerakan Perempuan dalam Penguasaan Sumber Daya Alam di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah
SYAMSIAH, Nur , Partini
2014 | Tesis | SosiologiABSTRAK Tesis ini membahas tentang gerakan perempuan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu dalam memperjuangkan penguasaan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengkaji dinamika gerakan perempuan di Dongi dongi dalam perjuangan memperoleh penguasaan sumber daya alam di kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Dari sudut pandang akademis, penelitian ini pada dasarnya ingin menjelaskan tidak hanya segi kemunculan gerakan sosial perempuan, dari segi isu perjuangan yang diangkat maupun strategi gerakan dan pengorganisasian massanya, akan tetapi juga dinamika dalam gerakannya. Sementara dari sudut praktisi, sangat memungkinkan dinamika gerakan perempuan yang dilakukan di Dongi dongi dijadikan inspirasi bagi pembangunan gerakan perempuan di tepat lain dalam memperjuangkan hak sosial ekonomi mereka. Adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana dinamika gerakan perempuan dalam perjuangan penguasaan sumber daya alam di Dongi dongi kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. 2) Faktor faktor apa yang mempengaruhi munculnya gerakan perempuan dalam memperjuangkan penguasaan sumber daya alam di Dongi dongi kawasan TNLL. Penelitian ini dilandasi dengan teori gerakan perempuan dan teori contentious politic, yang mengintegrasikan teori struktur peluang politik, struktur mobilisasi dan proses framing dalam menjelaskan kemunculan dan dinamika gerakan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang berdasar pada penelitian observasi, wawancara mendalam dan studi literatur terhadap dokumen dokumen yang berkaitan dengan persoalan terkait. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dinamika gerakan perempuan Dongi dongi bisa dilihat dalam era awal pendudukan, era deklinasi gerakan dan era kebangkita gerakan. Era awal pendudukan, yaitu ketika gerakan tumbuh dan membesar di tahun 1999 sampai tahun 2004. Gerakan mampu memobilisasi dan mengorganisasikan ribuan orang dalam wadah organisasi Forum Petani Merdeka. Perjuangannya adalah menduduki wilayah Dongi dongi dan menuntut pemerintah mengakui keberadaan mereka di kawasan tersebut. Tuntutan kepada pemerintah dalam hal ini BTNLL terus dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dengan aksi massa yang melibatkan ribuan orang baik orang dewasa laki laki dan perempuan serta anak anak, mendatangi DPRD maupun kabupaten dan menggalang dukungan dari berbagai pihak. Pada era ini, perempuan terlibat aktif dalam gerakan tersebut. beberapa perempuan juga masuk menjadi pengurus di FPM dan dewan adat Dongi dongi. Meski tuntutan akan kepemilikan lahan belum tercapai, tetapi gerakan ini mampu menahan aksi pengusiran oleh BTNLL dan hingga kini masyarakat secara de facto menguasai lahan dan mulai bisa menikmati hasil dari lahan mereka. Menjelang tahun 2004 sampai 2007, gerakan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab, diantaranya, perjuangan yang panjang dan berliku menguras energi petani, masyarakat termasuk para pimpinan organisasi mulai disibukan dengan urusan pribadi seperti mengolah lahan pertanian, dan pada saat yang sama koordinasi antar pengurus melemah dan ada kejenuhan dalam mengikuti rapat rapat organisasi. Gerakan gerakan yang sebelumnya terlihat marak dan penuh semangat semakin jarang dilakukan. Organisasi nampak stagnan. Kondisi ini dirasakan dan dikeluhkan oleh sebagian masyarakat, khususnya para perempuan, dikarenakan banyak program yang sudah dibuat tidak bisa direalisasikan, padahal program program tersebut sangat berkaitan dengan kepentingan perempuan. Faktor internal masyarakat ini menjadi salah satu pendorong beberapa perempuan Dongi dongi membentuk organisasi gerakan perempuan OPPANDO. Era kebangkitan gerakan perempuan, ditandai dengan berdirinya Organisasi Perjuangan Perempuan Dongi dongi (OPPANDO) pada tahun 2007. Keterlibatan perempuan
Kata Kunci : Emansipasi Wanita