Laporkan Masalah

Perilaku Memilih Etnis Tionghoa :(Studi kasus Perilaku Memilih Masyarakat Etnis Tionghoa pada Pemilu Legislatif DPR Tahun 2009 di Kabupaten Bangka)

RANTO, Mada Sukmajati

2014 | Tesis | Politik dan Pemerintahan

INTISARI Hadirnya politisi Tionghoa di Babel memiliki kontribusi terhadap kontestasi di berbagai arena politik. Apalagi, beberapa kandidat yang berkompetisi dari kalangan politisi Tionghoa berhasil dengan gilang gemilang menduduki jabatan politik. Tentu saja, fenomena ini memberikan warna baru dalam dunia elektoral di kalangan pemilih di Babel, khususnya pemilih Tionghoa. Oleh karenanya, menelusuri bagaimana pola perilaku memilih di kalangan pemilih Tionghoa pada Pileg 2009 di Kabupaten Bangka menarik untuk dicermati. Studi ini fokus pada pertanyaan yang terkait erat dengan aspek primordial, yakni etnisitas, kedaerahan, dan agama yang melekat pada pemilih Tionghoa. Melalui studi kuantitatif dengan pendekatan massa (pemilih) diharapkan dapat menjelaskan pola perilaku memilih di kalangan pemilih Tionghoa. Kajian berbasis pemilih dipilih karena diyakini merupakan faktor paling penting yang menentukan keberhasilan politisi Tionghoa untuk menduduki jabatan politik. Studi ini menggunakan perspektif sosiologis yang melihat bahwa pemilih Tionghoa akan mempertimbangkan aspek primordial ketika menentukan pilihan politiknya terhadap politisi tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur melalui lembar kusioner dan dokumentasi. Studi ini menghasilkan beberapa temuan penting. Pertama, aspek etnisitas memiliki peran yang paling menentukan terkait dengan dinamika elektoral di kalangan pemilih Tionghoa. Semakin berhasil politisi menunjukkan identitas ketionghoaannya maka dipastikan dukungan politik akan mengalir dari kalangan pemilih Tionghoa. Kedua, bekerjanya logika politik representatif di kelompok masyarakat Tionghoa. Pemilih Tionghoa juga mempertimbangkan aspek keterwakilan kedaerahannya ketika memberikan dukungan politik. Selama politisi bisa menegaskan sebagai “putra daerah” yang mewakili pemilih maka dukungan politik bisa dipastikan kepada politisi tersebut. Ketiga, aspek agama juga memberikan kontribusi yang tidak bisa diabaikan. Pemilih Tionghoa dipastikan akan mempertimbangkan latarbelakang agama politisi ketika hendak memberikan dukungan politiknya. Semakin politisi tersebut menunjukkan latarbelakangnya sebagai bukan seorang Melayu maka pemilih Tionghoa akan memberikan dukungan politiknya. Ketiga aspek tadi menunjukkan saling keterkaitan dan melengkapi. Faktor identitas yang melekat diantara politisi dan pemilih menjadi instrumen yang bermain. Dengan demikian, determinasi perspektif primordial menjadi tolak ukur dan penjelas untuk melihat dinamika perilaku memilih di kalangan pemilih Tionghoa di Kabupaten Bangka. Kata Kunci: Perilaku Memilih, Pemilu, dan Tionghoa

Kata Kunci : Pemilihan Umum Legislatif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.