Dinamika Pelembagaan Partisipasi Perempuan :(Studi kasus Dinamika Inisiasi Pelembagaan Partisipasi Perempuan Desa Wonolelo Kabupaten Bantul dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah
KURNIAWATI, Tenti Novari, Ratnawati
2013 | Tesis | Politik dan PemerintahanABSTRAK Partisipasi perempuan dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah dalam kurun waktu 10 tahun di Indonesia terus didorong dan diperkuat. Proses tersebut mengindikasikan bahwa relasi negara dan warga sudah mulai membaik dan semakin menuju arah yang lebih demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat partisipasi perempuan dan inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan penelusuran data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi perempuan Desa Wonolelo dan inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah ada pada level musrenbang desa dan musrenbang kecamatan, telah mencapai high quality information dan genuine consultation. Pada level musrenbang kabupaten dan tahap penganggaran daerah yang meliputi pembahasan KUA-PPAS dan RAPBD telah mencapai derajat partisipasi effective advisory board (badan penasehat yang efektif). Inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah adalah dari proses membangun penyadaran melalui pengorganisasian, membuka akses, mendorong partisipasi dan melakukan kontrol atau pengawalan kebijakan anggaran. Inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo memanfaatkan arena invited spaces dan popular spaces. Di satu sisi, negara (state) mengupayakan ruang formal (invited spaces) agar partisipasi warga bisa terakomodasi, namun hal itu juga dibarengi oleh usaha masyarakat (civil society) untuk menciptakan ruangnya sendiri (popular spaces), yang dibentuk guna menghindari campur tangan negara. Ruang partisipasi ini bukan ruang final, namun sebagai arena (politik) yang saling diperebutkan. Dalam prosesnya, inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu adanya perubahan nilai-nilai dalam diri perempuan tentang pentingnya perempuan terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Adanya revitalisasi organisasi perempuan, adanya mekanisme dan prosedur partisipasi perempuan baik melalui wahana popular spaces maupun invited spaces dan adanya proses rutin untuk mendorong inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan melalui aktoraktor individu dan organisasi di Desa Wonolelo maupun aktor-aktor individu dari dalam institusi negara. Kata Kunci: Derajat partisipasi perempuan, inisiasi
Kata Kunci : Perempuan; Gender