Kenerja Organisasi KUB dalam Pemanfaatan BLM-PUMP Berdasarkan Perairan Tangkap
CHANIAGO, Dwi Setiawan, Sunyoto Usman
2014 | Tesis | SosiologiAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi kinerja organisasi KUB dalam pemanfaatan BLM-PUMP berdasarkan kondisi infrastruktur alat tangkap, kapasitas, serta jejaring ekonomi yang terbentuk dari jenis perairan tangkap KUB dan untuk mengetahui penyebab munculnya variasi kinerja organisasi KUB dalam pemanfaatan program BLM-PUMP. Sebagai program peningkatan ekonomi nelayan berbasis aset dengan jalur kelembagaan, KUB pemanfaat BLM-PUMP idealnya mampu memanfaatkan bantuan infrastruktur alat tangkap secara kolektif sekaligus menjalankan organisasi KUB. Namun pola aktivitas ekonomi nelayan yang identik dengan ketergantungan permodalan dan pemasaran terhadap para tokeh maupun penampung berdampak pada dinamika aktivitas organisasi KUB dalam pemanfaatan BLM-PUMP. Kerangka analisis yang dipergunakan berasal dari konsep kebijakan berbasis aset sebagaimana diungkapkan oleh Michael Sherraden. Ada tiga aspek yang menunjang usaha akumulasi aset dan kapabilitas nelayan dalam mengentaskan kemiskinan, yakni infrastruktur (alat tangkap) yang mendorong perbaikan sumber-sumber pendapatan nelayan, kapasitas yakni sebagai aspek sumber daya manusia, serta jejaring ekonomi sebagai aspek struktur ekonomi dan sosial yang konstruktif terhadap usaha akumulasi aset dan pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun instrumen utama dalam pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dari informan yang terdiri atas pengurus dan anggota KUB serta Tim Teknis pelaksanaa program BLM-PUMP di tingkat kabupaten yang terdiri atas sekretaris Tim Teknis dan anggota PPTK (pendamping perikanan tenaga kontrak). Hasil penelitian ini menunjukkan variasi kinerja organisasi KUB ditentukan oleh tiga aspek yakni infrastruktur, kapasitas, dan jejaring ekonomi. KUB Sejahtera dengan pola pendayagunaan infrastruktur alat tangkap terkoordinir, kondisi kapasitas (personal, komunitas, dan sistem) yang memadai, serta bentuk jejaring ekonomi dengan sistem permodalan dan pemasaran yang mandiri, berhasil dalam pemanfaatan BLM-PUMP secara kelembagaan. Sebaliknya, KUB yang pendayagunaan infrastruktur alat tangkap bersifat individual, kondisi kapasitas (personal, komunitas, dan sistem) yang tidak memadai, serta jejaring ekonomi yang identik dengan ketergantungan pada tokeh atau penampung justru gagal menjalankan organisasi KUB. Hal tersebut sebagaimana ditemui pada KUB Karya Baru, KUB Karya Maju, KUB Bawal dan KUB Tenggiri. Penyebab variasi kinerja organisasi KUB tersebut adalah kendali penuh tokeh terhadap nelayan KUB sebagai konsekwensi relasi pemasaran dan permodalan yang dijalankan dalam struktur ekonomi yang identik dengan ketimpangan kepemilikan sumberdaya modal dan akses pasar. Relasi tersebut berdampak pada pola pemanfaatan infrastruktur yang cenderung bersifat individual, kondisi kapasitas personal, kapasitas komunitas dan kapasitas sistem yang terpragmentasi berdasarkan relasi ekonomi dengan tokeh, serta jejaring ekonomi yang dikendalikan oleh tokeh berdampak pada tidak berjalannya aktivitas organisasi KUB. Keberadaan tokeh atau penampung dalam aktivitas ekonomi nelayan KUB berimplikasi pada kegagalan organisasi KUB sebagai unit kerja nelayan yang mandiri Kata Kunci : BLM-PUMP, jejaring ekonomi, kapasitas, infrastruktur alat tangkap
Kata Kunci : Kinerja Organisasi