Dukun dan Politik:(Peran Dukun dalam Pemilukada di Banyuwangi Tahun 2010)
SAHLAN, Muhammad, Bayu Dardias Kurniadi
2012 | Tesis | Politik dan PemerintahanINTISARI Dukun merupakan aktor penting dan memiliki posisi sosial dalam budaya masyarakat. Peran dukun di tengah arus moderenisasi masih tetap bertahan karena kepercayaan masyarakat pada kekuatan gaib (supranatual) yang masih mempengaruhi kehidupan. Peran dukun meliputi segala bidang kehidupan termasuk di bidang politik. Dukun di ranah politik memainkan peran penting tidak sekedar aspek spritualitas namun acapakali menjadi public speaker ketika melakukan praktik. Pemilukada sebagai ranah kontestasi membentuk nalar sendiri masing-masing aktor untuk melakukan tindakan. Nalar mistik dan nalar rasional dipertemukan dalam Pemilukada. Dukun membangun nalar mistik sebagai basis kemampuannya dan menggunakan seperangkat mistis yang dimilikinya untuk menanamkan pengaruh. Sedangkan calon kepala daerah membangun nalar rasionalitas dengan menjadikan dukun sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Relasi antara calon kepala daerah dan dukun bersifat resiprokal yang saling mempengaruhi. Calon kepala daerah menggunakan dukun untuk memperoleh dukungan dari massa pasien yang dimiliki oleh dukun untuk tujuan politiknya. Sedangkan dukun menggunakan calon kepala daerah untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan legitimasi sebagai dukun ampuh. Dalam membangun relasi dengan dukun, calon kepala daerah menggunakan berbagai strategi politik, salah satunya dilakukan dengan cara mengintervensi dukun ketika berpraktik. Intervensi dilakukan dengan cara memberikan sejumlah imbalan dan memanfaatkan otoritas dukun dalam masyarakat. Dukun diperankan sebagai vote getter, memproduksi isu, dan sebagai jaringan politik dalam Pemilukada. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi calon kepala daerah berelasi dengan dukun serta mengungkap relasi kuasa calon kepala daerah dan dukun di Pemilukada Banyuwangi tahun 2010. Relasi calon kepala daerah dengan dukun ditelaah dengan menggunakan konseptualisasi tindakan Weber. Teori dari sosiolog Jerman ini dijadikan pisau analisis untuk menjelaskan tindakan calon kepala daerah yang dipengaruhi oleh pemahaman subyektif (Verstehen) yang melekat pada dirinya. Rasionalitas, motif bertindak, situasi, dan cara bertindak calon kepala daerah untuk mencapai tujuan yang diiginkan. Penelitian kualitatif ini, banyak mengeksplorasi relasi calon kepala daerah dengan dukun dan peran dukun di dunia politik yang dilengkapi informasi dari calon kepala daerah, tim sukses, orang dekat calon kepala daerah, dukun, beberapa politisi dan tokoh masyarakat. Calon kepala daerah memiliki motivasi tersendiri berdasarkan rasionalitias ketika memutuskan berelasi dengan dukun. Motivasi mencari dukungan spiritual dan motivasi politik dengan memanfaatkan jaringan dukun untuk tujuan politis. Relasi antara calon kepala daerah memiliki yang bersifat timbal balik (resiprokal) yang melahirkan keuntungan dibelah pihak. (kata kunci: Peran dukun, rasionalitas, tindakan, Pemilukada)
Kata Kunci : Pemilihan Kepala Daerah - Banyuwangi