Laporkan Masalah

Etika Agama Dalam Etos Eksplorasi Energi : Studi Tentang Spirit Pesantren dan Pengelolaan Industri Dalam Eksplorasi Energi Berbasis Bahan Bakar Nabati Nymplung

KALAMIKA, Arin Mamlakah, Susetiawan

2013 | Tesis | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

Pembahasan mengenai persoalan agama dalam kehidupan manusia adalah persoalan klasik. Tetapi mengaitkannya dengan eksplorasi energi, merupakan sesuatu yang baru. Dalam hal eksplorasi energi ini, berbagai upaya telah dilakukan baik dari pemerintah, akademisi, NGO‟s ataupun kelompok-kelompok masyarakat lainnya guna mewujudkan kesejateraan masyarakat melalui aktivitas mandiri energi. Tidak terkecuali keberadaaan sebuah pesantren yang juga melaksanakan aktivitas eksplorasi energi terbarukan. Persoalan awal yang mendasari penelitian ini adalah mengapa pesantren Amumarta yang melakukan eksplorasi BBN Nyamplung ini, bukan pesantren lainnya? Tentu saja ini bukan sebatas persoalan benar atau salah sebuah lembaga keagamaan melakukan proses eksplorasi energi terbarukan. Namun, lebih jauh daripada itu bagaimana memahami fenomena dari apa yang dilakukan oleh Pesantren Amumarta dan perubahan yang dilakukan oleh komunitas pesantren itu sendiri sehingga memberikan dampak bagi masyarakat luas. Keunikan dan kekhasan apa yang dimilikinya sehingga menghasilan suatu sikap hidup seperti di atas. Membaca karya Weber, “The Protestan Ethics and the Spirit of Capitalism”, kita bisa menarik kesimpulan bahwa agama sebagai faktor pendorong perubahan sosial. Kita juga bisa mengidentifikasi klasifikasi kelompok sosial-religius dengan segala karakteristiknya sehingga menciptakan perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial-keberagamaan. Keberadaan agama sebagai faktor perubahan, berangkat dari semangat melakukan reformasi makna teks sehingga menghasilkan serangkaian nilai (etika). Nilai yang dipahami kemudian dijalankan menjadi sebuah karakteristik watak tertentu yang disebut dengan etos. Spirit yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semangat menjalankan sebuah tindakan yang didasari oleh nilainilai tertentu. Penelitian Weber hanya berhenti kepada menghasilkan nilai dan spirit yang diyakini sebagai spirit kapitalisme, tetapi Weber tidak melihat kepada aplikasi yang terjadi di level praktis tindakan. Kerangka penelitian ini mencangkup juga proses pergulatan pemikiran dalam penafsiran „doktrinal‟ islam, yang menurut penulis memberi landasan bagi terlaksananya tindakan, etos eksplorasi energi terbarukan. Hal ini dilakukan peneliti dengan pendekatan hermeneutik. Tidak berhenti dalam tataran pergulatan pemikiran, peneliti mencoba mengkaji lebih dalam terkait dengan implementasi di lapangan. Hasil penafsiran yang memberikan pengaruh dalam etos eksplorasi energi terbarukan kemudian dikomunikasikan oleh santri terpilih kepada masyarakat desa-hutan yang terlibat. Proses ini biasanya dikenal dengan pemberdayaan (empowerment), sebuah upaya melembagakan serangkaian nilai di dalam aktivitas pengelolaan industri. Aplikasi di dalam pengelolaan industri seharusnya bersifat linier, bahwa nilai yang dikomunikasikan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan pengelolaan industri. Singkat kata antara rasionaitas nilai dengan rasionalitas praktis, seharusnya memiliki keterpengaruhan dan bersifat mempengaruhi dan dipengaruhi. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menemukan bahwa rasionalitas nilai dengan rasionalitas praktis di level implementasi pengelolaan industri tidak memiliki keterkaitan. Artinya rasionalitas nilai tidak mempengaruhi seseorang melaksanakan tindakan mengelola industri, tetapi ada faktor lain memungkinkan manusia terpanggil melaksanakan eksplorasi energi terbarukan. kondisi yang demikian disebabkan oleh sikap pragmatisme yang mengarah kepada persoalan ekonomis. Kata kunci: Pesantren, eksplorasi energi, etika, spirit, pengelolaan industri dan rasionalitas

Kata Kunci : Sumber Energi ; Agama


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.