Laporkan Masalah

Respon dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Pembangunan Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) Kecamatan Temon Daerah Istimewa Yogyakarta

SUSILO, Fery Joko, Sunyoto Usman

2014 | Tesis | Sosiologi

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon dan adaptasi masyarakat terhadap keberadaan jalan jalur lingkar selatan (JJLS) dan untuk mengetahui faktor yang menentukan keragaman respon dan adaptasi masyarakat. Selain itu untuk mengetahui pola pertumbuhan akibat adanya pembangunan jalan lingkar selatan. Penelitian ini diselenggarakan di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode survei, dengan responden utama adalah kepala keluarga yang tinggal di sepanjang jalan jalur lingkar selatan (JJLS). Penentuan responden dilakukan secara acak, dengan kuesioner sebagai alat bantu penelitian. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, dengan pengujian nilai signifikansi memakai chi square antara respon dan adaptasi masyarakat terhadap karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi. Hasil penelitian menjelaskan respon masyarakat terhadap pembangunan jalan jalur lingkar selatan (JJLS) sangat baik. Total responden 36 kepala keluarga, respon masyarakat menunjukkan sebesar 86,1% responden menyatakan setuju dengan adanya pembangunan megaproyek jalan lingkar selatan, sisanya sebanyak 13,9% responden menyatakan tidak setuju dan netral. Alasan yang mendasari responden pertama adanya jalan lingkar selatan akan berdampak positif memajukan perekonomian masyarakat, sedangkan yang kedua jalan lingkar selatan akan membawa dampak negatif meningkatkan kerawanan kecelakaan lalulintas. Adaptasi masyarakat menunjukkan sebanyak 19,4% mampu melakukan adaptasi secara ekonomi antara lain dalam bentuk pertokoan, warung makan, usaha jasa dan perluasan usaha yang ada sebelum adanya JJLS. Sebanyak 16,6% responden melakukan adaptasi berupa pemindahan lokasi tempat tinggal akibat efek perluasan jalan lingkar selatan. Sisanya 64% responden masih belum melakukan adaptasi akibat tidak adanya modal. Adapun faktor yang mempengaruhi akses masyarakat untuk beradaptasi adalah modal, 44,4% dari responden total mengalami hambatan dari segi modal. Pemerintah juga sebagai faktor eksternal yang dominan menjadi penghambat adaptasi masyarakat. Pembangunan jalan jalur lingkar selatan (JJLS) nampak belum memiliki sifat berkelanjutan, terbukti masih banyak masyarakat yang belum dapat mengakses potensi JJLS. Fungsi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan, pemberdayaan terhadap masyarakat agar tujuan pembangunan untuk memberikan pemerataan kesejahteraan belum terlaksana dengan baik. Kata kunci : pembangunan, jalan jalur lingkar selatan, respon, adaptasi

Kata Kunci : Pembangunan Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.