Modal Sosial Dalam Pengelolaan Bank Sampah
WIDODO, Agung Saras Sri, Sunyoto Usman
2014 | Tesis | SosiologiINTISARI Program pengelolaan sampah mandiri melalui Bank Sampah dewasa ini menjadi salah satu alternatif solusi bagi pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi terus meningkatkanya volume sampah yang semakin tidak terkendali. Sosialisasi pengelolaan sampah mandiri melalui Bank Sampah sampai saat ini masih gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota maupun Kabupaten, selain memberi dampak positif bagi lingkungan, Bank Sampah dalam proses pengelolaannya ternyata memiliki mekanisme relasi dan jaringan sosial yang jika dikaji dalam persespektif sosiologis merupakan implementasi dari modal sosial (social capital). Dalam pengelolaan Bank Sampah terdapat aktor-aktor yang saling berkaitan dan diikat dengan unsur kepercayaan (trust), komitmen bersama (common value), hubungan yang saling menguntungkan (reciprocity), dan jaringan (networking) Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi bagaimana penerapan modal sosial sebagai salah satu strategi dalam pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Brontokusuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Adapun instrumen utama yang digunakan untuk pengumpulan data lapangan yakni melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi partisipatoris, dan penelaahan atas data-data sekunder yang dimiliki oleh komunitas Bank Sampah, kantor kelurahan, maupun Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Yogyakarta. Berdasar temuan lapangan menunjukkan bahwa pada dasarnya pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Brontokusuman tidak bisa dilepaskan dari penerapan modal sosial. Relasi yang terjadi diantara aktor-aktor yang terlibat yaitu: pengelola Bank Sampah, masyarakat sebagai nasabah, pengepul sampah dan fasilitator kelurahan (broker), dilatarbelakangi oleh adanya persamaan pandangan (mind), kejujuran, rasa paseduluran (persaudaraan), perasaan saling memiliki (ngroso duweni), prinsip tuna sathak bathi sanak, tinggal di daerah yang sama (locality), dan relasi multi-dimensional yang mendorong terwujudnya jaringan yang tidak hanya terbatas kedaerahan. Nilai-nilai tersebut diyakini oleh setiap aktor yang terlibat didalamnya sebagai nilai perekat (social glue) yang mengikat rasa kepercayaan, komitmen, dan relasi yang saling menguntungkan, sehingga pengelolaan Bank Sampah mampu berjalan dengan baik. Kata Kunci: Modal Sosial; Strategi Pengelolaan; Bank Sampah
Kata Kunci : Pengelolaan sampah