Dialektika Agen dan Struktur Dalam Pengelolaan Lahan Pertanian di Tingkat Lokal: (Studi Tentang Strukturasi Dalam Pemaknaan Lahan Pertanian Oleh Masyarakat Petani Simandame Pematang Raya dan Respon
SEMBIRING, Ruth Agnesia, Miftah Adhi Ikhsanto
2014 | Tesis | Ilmu PolitikABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pola hidup agraris terus dipraktikkan oleh masyarakat, bahkan ketika daerah mereka dikembangkan menjadi sebuah ibukota kabupaten yang baru. Masyarakat memaknai pengelolaan lahan pertanian sebagai wujud kecintaan terhadap keluarga. Lahan pertanian juga dianggap sebagai sumber daya ekonomi utama dalam kehidupan masyarakat. Studi ini dilaksanakan pada lahan pertanian Simandame, Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Luas lahan pertanian Simandame 100 Ha dan melibatkan lebih dari 100 (seratus) orang pemilik lahan. Pemerintah Kabupaten Simalungun meminta masyarakat petani Simandame menjual lahan tersebut kepada Pemerintah Daerah untuk pelaksanaan program pembanguan. Sementara secara keseluruhan, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di Pematang Raya. Studi ini menggunakan Teori Strukturasi Giddens untuk menjelaskan bagaimana pola hidup agraris terus dipraktikkan oleh masyarakat Pematang Raya walaupun mereka berhadapan dengan program pembangunan. Pola hidup agraris yang dipraktikkan dalam kehidupan sosial, secara berulang dalam lintas ruang dan waktu adalah struktur. Pola hidup agraris merupakan Struktur Signifikasi yang menyangkut skemata simbolik, pemaknaan, dan wacana. Masyarakat Pematang Raya yang patuh terhadap struktur tersebut dalam arus kontinu tindakan dan peristiwa disebut sebagai pelaku (agent). Studi ini menyimpulkan bahwa program pembangunan yang mengorbankan lahan-lahan pertanian milik masyarakat di Pematang Raya tidak mutlak mengubah pola hidup agraris yang selama ini dipraktikkan oleh masyarakat. Pematang Raya memang terus berkembang sebagai Ibukota Kabupaten Simalungun tetapi masyarakatnya tetaplah masyarakat agraris. Ketiadaan konflik dalam proses penjualan Lahan Pertanian Simandame dikarenakan adanya dialektika kontrol antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah. Kata Kunci: pola hidup agraris, struktur signifikasi, strukturasi, program pembangunan.
Kata Kunci : Lahan Pertanian