Laporkan Masalah

Konstruksi Sosial Kampung rumah Anak (Studi Fenomenologi Atas Implementasi Program Kampung Rumah Anak di RW 11 Kampung Badran Yogyakarta)

HIMAWATI, Ika Pasca, Partini

2013 | Tesis | Sosiologi

INTI SARI Permasalahan pada anak terus saja meningkat, hal ini seringkali membuat anak menjadi korban. Menyikapi realitas tersebut, pemerintah Yogyakarta melalui KPMP menerapkan pilot project Kampung Ramah Anak yang saat ini dikembangkan di RW 11 Kampung Badran. Pilot project merupakan pengembangan dari program Kota Layak Anak di Kota Yogyakarta. Dipilihnya Kampung Badran tak lepas dari citra negatif yang telah lama melekat di wilayah tersebut. Disamping itu, kawasan ini merupakan wilayah urban sprawl yang kerap diidentikkan sebagai wilayah dengan padatnya populasi, kemiskinan dan tindak kriminalitas. Kondisi tersebut diyakini memberikan pengaruh besar terhadap pemenuhan kebutuhan dan jaminan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Berangkat dari hal tersebut, Penelitian ini akan membahas mengenai konstruksi sosial dan makna kampung Ramah Anak bagi warga RW 11 Kampung Badran. Dengan tujuan sebagai gambaran realitas kampung ramah anak yang di berlakukan di RW 11 Kampung Badran serta memberikan masukan terhadap kebijakan kampung ramah anak yang akan diterapkan di wilayah lain di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan perspektif Konstruksi sosial Peter L.Berger dan Thomas Luckhman serta menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang diyakini dapat memberikan pemahaman secara komprehensif berdasarkan perspektif warga mengenai Kampung Ramah Anak. Pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, analisis dokumen dari sumber data primer maupun sekunder. Teknik Analisis data yang digunakan xii ialah analisis data interaktif, dimana peneliti akan melakukan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian yang dilakukan Penelitian ini menghasilkan gambaran bahwa implementasi program kampung ramah anak dikonstruksikan sebagai bentuk perubahan sosial yang terjadi di RW 11 sekaligus sebagai identitas sosial bagi wilayah RW 11 Kampung Badran. Kebijakan kampung ramah anak mengalami kesenjangan dengan realitas yang terjadi. Warga RW 11 menanggap bahwa kampung ramah anak belum sepenuhnya sesai dengan idealitas Kampung Ramah Anak yang ditafsirkan oleh pemerintah. Meski demikian, partisipasi menjadi upaya yang dilakukan oleh warga dalam merealisasikan program Kampung Ramah Anak agar sesuai dengan aturan dalam program kebijakan Kota Layak Anak di Yogyakarta. Sebagai realitas sosial, kampung ramah anak telah dimaknai sebagai upaya untuk membentuk citra positif bagi Kampung Badran. Citra positif lahir dari stigma negatif dalam ruang sejarah yang telah menempatkan Kampung Badran sebagai kampung hitam sejak masa lalu. Disisi lain, realitas kampung ramah anak telah dimaknai secara bersama oleh anak, orang tua, pengurus dan pemerintah. Dari sudut pandang anak, kampung ramah anak dimaknai sebagai wilayah yang dapat memberikan penghargaan terhadap aspirasi anak serta dapat melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan di tingkat kepengurusan wilayah RW. Bagi orang tua, kampung ramah anak dimaknai dari aspek kesehatan, dimana adanya sarana dalam pelayanan gizi, kesehatan reproduksi dan penyediaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi. Sedangkan bagi pengurus wilayah, kampung ramah anak merupakan tempat untuk mendidik anak dengan pola asuh yang baik, tanpa adanya unsur kekerasan ketika mendidik anak. Sedangkan menurut pemerintah, kampung ramah anak dimaknai xiii sebagai upaya dalam mendukung Kebijakan Kota Layak Anak yang saat ini tengah berlangsung di Kota Yogyakarta. Kata Kunci : Konstruksi sosial, Makna, Kampung Ramah Anak

Kata Kunci : Kemiskinan - Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.