Laporkan Masalah

Derajat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa ( Studi Kasus Desa Gadingharjo Kecamatan Sanden Kecamatan Bantul)

SYAMSUDIN, Miftah Adhi Ikhsanto

2013 | Tesis | Politik dan Pemerintahan

intisari Karya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran mengenai derajat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Alokasi dana Desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Gadingharjo kecamatan Sanden Kabupaten Bantul. Adapun latar belakang penelitian ini adalah Desa yang selama ini tidak berdaya, hal ini ditandai dari minimnya partisipasi masyarakat dan minimnya dana yang ada. Sehingga desa tidak mampu menyediakan sarana prasarana sehindiri. Oleh karena itu perlu intervensi pemerintah yaitu melalui Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mengamanatkan adanya bantuan keuangan untuk desa melalui program Alokasi Dana Desa yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah desa dan masyarakat sehingga diperlukan partisipasi masyarakat. Karya Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan adalah purposif yang dikolaborasikan dengan snowball, yang terdiri dari 11 informan, dimana informan awal yaitu ketua BPD , informasi diperoleh melalui wawancara mendalam yang didukung oleh observasi dan dokumen untuk mengukur derajat partisipasi masyarakat. Ada tiga kegiatan yang diukur sebagai partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan, yang dimulai pada tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Untuk mengukur derajat partisipasi masyarakat , maka indikator utama yang digunakan adalah indikator partisipasi yang dikemukakan oleh sutoro eko, yang terdiri dari voice, akses dan kontrol. Pada penulisan penelitian ini menggunakan teori partisipasi sebagai mana dikemukakan oleh Arntein dalam Ladder of participation yang mengemukakan bahwa ada delapan derajat partisipasi masyarakat. Dalam uraian ini dapat disimpulkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan alokasi dana desa belum partisipatif. Pada umumnya pengelolaan Alokasi Dana Desa mengarah pada kelompok non partisan pada tangga pertama yaitu manipulasi atau rekayasa sosial, sebagaimana dalam teori Arntein dalam Ladder of Participation. Hal ini didukung dengan kenyataan yang ada, bahwa kebijakan masih berdasarkan dari pedoman dari pemerintah dan tidak memberikan pengendalian yang nyata pada proses kebijakan sehingga belum nencapai derajat kuasa warga yaitu dimana keputusan tertinggi berada di tangan masyarakat sebagai mana dianjurkan pada teori Arnstein dalam Ladder of partisipation, subarbakti dan Sutoro eko bahwa partisipasi yang paling baik yaitu partisipasi aktif dari masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dasarnya partisipasi masyarakat masih jauh kenyataan dari harapan. Bagaimana partisipasi bisa terwujud dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa .Berdasarkan fakta yang ada dilapangan mencerminkan bahwa partisipasi masyarakat masih berada pada derajat yang paling bawah yaitu manipulasi karena masyarakat masih dijadikan sebagai objek pembangunan, sehingga pengelolaan Alokasi Dana Desa tidak semua partisipasif. Oleh karena itu maka perlu adanya perbaikan ke depan pada setiap tahapan mulai dari perencanaan , implementasi dan evaluasi dari semua pihak baik pemerintah kabupaten, kecamatan, Desa dan masyarakat untuk menciptakan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa. Kata Kunci : Desa,Partisipasi masyarakat,Alokasi Dana Desa

Kata Kunci : Metode penelitian - partisipasi masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.