Manajemen Distribusi dan Budaya Berbagi Konten Netllabel : Studi Kasus Pengembangan Budaya Berbagi Dalam Distribusi Konten Musik Netlabel di Indonesia.
KUSUMARDANI, Arif, Kuskrido Ambardi
2013 | Tesis | Ilmu KomunikasiINTISARI Dalam dunia media, perubahan yang ditandai oleh satu titik aktif menjadi penanda kemunculan era baru. Ilmu komunikasi sebagai pembelajar media perlu untuk mengkaji agar pemikiran dan pengetahuan tidak stagnan dan terus berkembang. Media baru yang direpresentasikan oleh HP, games dan internet menjadi titik perubahan dari era sebelumnya. Dalam bidang musik, internet menjadi salah satu titik perubahan dari era fisik ke era digital yang kemudian mengarah ke budaya berbagi. Internet label atau Netlabel adalah sebuah bentuk kreatif dari adanya literasi internet yang terjadi di masyarakat. Lahir secara komunal, berkembang dari komunitas hingga tempat tak terbatas menjadi sebuah alternatif dari sistem industri musik yang telah berjalan selama puluhan tahun dengan dasar undang-undang hak cipta. Penelitian ini mengambil fokus pada 6 netlabel yang menjadi bagian dari Indonesian Netlabel Union, yaitu Yesnowave (Yogyakarta), Inmyroom (Jakarta), Hujan rekords (Bogor), Mindblasting (Kutoarjo), Stoneage records (Tangerang) dan Kanaltigapuluh (Malang). Netlabel tersebut menjadi representasi dalam perkembangan netlabel di Indonesia dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Netlabel menjadi salah satu media baru berplatform internet dengan pengelolaan yang berbeda dengan organisasi tradisional. Penelitian ini telah melihat bagaimana manajemen media dalam mendistribusikan musik melalui budaya berbagi oleh berbagai netlabel di Indonesia sebagai media non profit dan budaya berbagi yang diterapkan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka dengan teknik purposive sampling dalam penentuan informan. Dari 6 netlabel dan 1 wadah yang diteliti menunjukkan bahwa dinamika netlabel yang bergerak dari kantong komunitas masing-masing kota mempunyai variasi yang cukup tinggi. Dalam organisasi ada yang dipimpin oleh individu yang berpengaruh atau dijalankan secara bersama-sama. Manajemen yang dijalankan juga tidak terstruktur, bahkan tidak mengalami sebuah divisi atau pos layaknya organisasi tradisional. Pola distribusi netlabel sangat tergantung terhadap koneksi internet dan pemenuhan waktu dari masing masing pelaku. Karena netlabel bukan menjadi kegiatan utama, sehingga kebanyakan kegiatan yang dilakukan berjalan dan bersifat santai namun tetap sesuai dengan idealisme masing-masing. Budaya berbagi menjadi sebuah terobosan sekaligus pelajaran bagi pelaku netlabel ataupun audiens yang mengakses. Bahwa era media berbasis internet dengan sifat berbagi yang seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan illegal mampu ditunjukkan dengan cara positif dengan adanya netlabel dengan lisensi creative commons sebagai jalan tengah dari copyright dan copyleft. Rilisan-rilisan tersebut meskipun disebar secara gratis namun tetap dilindungi dan dihargai meskipun belum tentu dengan sebuah materi. Secara lingkup luas peran Indonesian Netlabel Union menjadi jejaring yang mampu mengoptimasi pertumbuhan netlabel sebagai bagian kecil dalam kancah musik di Indonesia. Keberadaan netlabel sesungguhnya memiliki multi esensi dan fungsi. Ia bisa menjadi penjawab atas gerahnya permainan industri musik yang tidak memihak pada musik alternatif di luar mainstream. Ia juga bisa menjelma menjadi model yang peka jaman dengan memanfaatkan jaringan internet untuk proses distribusi dan promosi. Dan yang terpenting adalah bahwa keberadaan netlabel lewat metadata dan arsip yang tersimpan dalam sebuah perpustakaan digital mampu menjadi jembatan bagi sebuah ingatan akan karya seni khususnya musik yang pernah terangkum dan terilis. Sebuah komunikasi menjadi sebuah pengikat dan tanpa sebuah arsip maka masa depan belum tentu ada. Kata kunci: Media baru, Netlabel, Budaya berbagi, Konten, Distribusi, Musik
Kata Kunci : Media; Musik