Laporkan Masalah

Membongkar Wacana Syariat Islam, Anti Demokrasi Komunitas Fundamentalisme Islam

SURYADI, Rohmad, Susetiawan

2013 | Tesis | Sosiologi

Abstraksi Membongkar Wacana Syariat Islam, Anti Demokrasi Komunitas Fundamentalisme Islam Oleh: Rohmad Suryadi Wacana penerapan syariat Islam dalam kehidupan bernegara kembali menemukan ruang ekspresi baru pasca reformasi yang mengakomodasi keterbukaan ideologi. Wacana syariat Islam, anti demokrasi mewarnai wacana bentuk negara ideal yang dikonstruksikan oleh dua komunitas fundamentalisme Islam, Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) yang mengusung wacana penerapan syariat Islam melalui perjuangan politik ekstra parlementer. Dan juga Hizbut Tahrir Indonesia yang mewacanakan penerapan khilafah Islamiyah untuk membentuk sistem negara Islam global. Pembentukan wacana akhir-akhir ini dilakukan melalui media baru berbentuk website yang menggunakan jejaring internet. Hal ini, berbanding lurus dengan trend kecenderungan masyarakat Indonesia yang mulai banyak mengkonsumsi media internet dalam mencari kebutuhan informasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan teknik pengumpulan data melalui analisis artikel mengenai wacana syariat Islam, anti demokrasi di media website kedua komunitas. Selain itu wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan studi pustaka terkait dengan wacana yang dikembangkan oleh komunitas fundamentalisme Islam yang diteliti. Teori yang dipakai dalam analisis adalah teori analisis wacana kritis Norman Fairclough, teori wacana dan relasi kekuasaan, Michel Foucault dan teori representasi Stuart Hall. Sehingga mampu memberikan gambaran lengkap tentang dekonstruksi makna wacana komunitas fundamentalisme Islam berkaitan dengan pandangan tentang syariat Islam dan perlawanan terhadap demokrasi. Hasil penelitian menunjukan, wacana mengenai syariat Islam anti demokrasi dari komunitas fundamentalisme Islam melalui konstruksi simbol agama untuk kepentingan politik. Kecenderungan menafsirkan teks kitab suci secara tekstual dan skriptural tanpa melihat konteks sosial dan historis dari munculnya teks juga memperlihatkan diskontinuitas dan inkonsistensi dalam praktiknya. Oleh karenanya, konstruksi teks wacana fundamentalisme Islam secara dominan sebagai alat menunjukan eksistensi politik daripada mencerminkan nilai keagamaan untuk membentuk tatanan masyarakat yang diharapkan sesuai tuntunan kitab suci. Kata Kunci: komunitas fundamentalisme Islam, HTI, JAT, wacana, syariat Islam, anti demokrasi

Kata Kunci : Agama Islam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.