Modal Sosial Pedagang Dalam Meningkatkan Daya Saing Pasar Tradisional (Studi Kasus Forum Silaturahmi Paguyuban Pedagang Pasar Yogyakarta)
FATIMAH, Mira, Nunuk Dwi Retnandari
2012 | Tesis | Manajemen dan Kebijakan PublikPenelitian ini merupakan kajian tentang upaya pedagang yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Paguyuban Pedagang Pasar Yogyakarta (FSP3Y) untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dimensi modal sosial, faktor-faktor yang menumbuhkan modal sosial, dan inovasi serta sinergi yang muncul dengan adanya modal sosial tersebut. Modal sosial memfasilitasi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan bersama dan meraih kepentingan bersama. Pemanfaatan modal sosial dapat dilihat melalui kegiatan yang dilakukan bersama. Habitat masyarakat dan organisasi mempengaruhi tumbuhnya modal sosial. Meningkatkan daya saing pasar tradisional menjadi kepentingan bersama bagi pedagang yang dapat diwujudkan melalui pemanfaatan modal sosial yang dimiliki. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif berupa studi kasus dengan perspektif fenomenologi. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial FSP3Y dimanfaatkan dalam berbagai inovasi kegiatan seperti Promo Pasar dan Belanja Berhadiah, Penerbitan Warta Pasar Jogja, kemandirian pedagang dalam memperbaiki tampilan dagangannya, serta sikap proaktif pedagang dalam menyuarakan aspirasinya. Dalam berbagai kegiatan tersebut, FSP3Y bekerja sama dengan banyak pihak seperti pemerintah, sponsor kegiatan, relawan pengelola Warta Pasar Jogja, dan Sekolah Pasar PUSTEK UGM. Dimensi jejaring, trust, dan solidaritas tercipta dari kerjasama yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, aksi kolektif, tindakan politik, dan pemberdayaan dilakukan pedagang untuk memperbaiki citra pasar dan memperjuangkan eksistensi mereka dalam berusaha. Dimensi informasi dan komunikasi dapat dilihat dari bagaimana mereka memanfaatkan media untuk berpromosi serta bagaimana mereka mengadakan sarasehan sebagai tempat pertukaran informasi, pengetahuan dagang, dan prospek bisnis. Meski demikian, belum semua pedagang berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan oleh FSP3Y. Penerbitan tabloid edisi cetak terhenti pada edisi ke lima. Pemanfaatan KBP masih terbatas pada mereka yang menyadari pentingnya pengembangan usaha secara mandiri. Modal sosial FSP3Y tumbuh karena pemerintah yang bermitra dengan pedagang dan kepedulian seluruh pedagang pasar di seluruh Kota Yogyakarta untuk berbenah diri agar memiliki daya saing di tengah maraknya usaha ritel modern. Saran kepada FSP3Y agar ke depan mampu meningkatkan keterikatan sosial sesama pedagang untuk meningkatkan partisipasi pada setiap kegiatan meningkat melalui sosialisasi dan penyadaran tentang arti pentingnya keterlibatan pedagang. Selain itu, FSP3Y perlu mengkaji kembali pengelolaan Warta Pasar Jogja. FSP3Y juga perlu membentuk pengelolaan usaha bersama dan menangkap peluang pengembangan pasar secara mandiri. Bagi paguyuban pedagang pasar lainnya, upaya FSP3Y bisa dijadikan contoh bagaimana pedagang bisa bersatu dan memajukan pasar tradisional. Sedangkan bagi pemerintah, perlu lebih meningkatkan fasilitasi dan pemberdayaan sehingga serta penciptaan iklim usaha yang kondusif sehingga. Bagi pemda lainnya, kemitraan Dinlopas dan FSP3Y bisa menjadi inspirasi pengelolaan pasar tradisional. Kata kunci: modal sosial, daya saing pasar tradisional, inovasi, sinergi, FSP3Y
Kata Kunci : Modall Sosial