Laporkan Masalah

Studi Evaluasi Implementasi Kebijakan Program Mamangun tuntang Mahaga Lewu (PM2L) di Kalimantan Tengah Tahun 2008-2010

MARLINE, Cornelis Lay

2012 | Tesis | Politik dan Pemerintahan

Kebijakan pemberdayaan ma~yarakat dc'>a dan pengen ta~an kemiskinan yang '>elama om ditcrapkan di Kalimantan Tengah belum memadai untuk mengenta~kan kemi~kinan masyarakat desa dan kcter1inggalan dcsa, ini ditandai denga n masih tingginya JUmlah de~a tcrtinggal yang :erJapat di Kalimantan Tengah yakni mencapai sekitar 72 % dari jurnlah de•a yang ada. Lahirny a kebijakan Program Mcmwngtm tt11ttang Malwgu Lell'tt (PM2L) merupakan salah satu terobosan kcbijakan pengentasan ketcninggalan desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi ber ama dcngan 14 Pemerintah kabupaten/kota. Pcnelitian ini melihat bagaimana kebijakan PM2L di Kalimantan Tengah dilaksanakan. Dalam rangka rnenganalisa irnplcmcntasi kebijakan digunakan teori Grindle yakni model implementasi sebagai proses politik dan admini trasi. yang dipengaruhi oleh 2 (dun) variabel utama: konten dan konteks kebijakan. Analisa terhadap konlen kebijakan meliputi 6 variabcl. yaitu: (I) kepen tingan yang dipengaruhi. (2) tipc manfaat. (3) derajat perubahan yang diharapkan. (4) letak pengarnbilan keputusan. (5) pelaksana program, dan (6) sumberdaya yang dilibatkan. Sedangkan variabel konteks kebijakan mencakup 3 variabel yakni: ( I) kekuasaan. kepenti ngan dan strategi aktor. (2) karakteristik lembaga dan rejim. (3) kepaluhan dan daya dukung. Sccara keseluruhan sangal mempengaruhi pro\es implementasi PM2L dalam mewuj udkan tujuan kebijakan. dimana masing-rnasi ng variabel menentukan dan '>aling terkait be rkontribu'i dalam dinamika implementasi kebijakan berlangsung. Budaya lokal merupakan faklor penting lain yang rnenurut hemal penulis rnempcngaruhi sualu kebijak:m. di luar 3 variabel lingkungan kebijakan yang diperkenalkan oleh Gnndle sebelumnya. Dan bahwa kebrjakan yang mengabaikan konteks aJ..an gagal mcncapai tujuannya. Studi ini menggunakan mctodc pcnclitian kualitatif dan pengumpulan data dilaJ..uJ..an mclalur \tudi kepustaJ..aan, ob\ervasi dan wawancar.1 terhadap aktor-aktor yang terhbat dalam kegiatan PM2L. Ha.,i l pcncli tian menunjukkan bahwa l mplcmenta~i kcbijakan PM2L ~e l ama tahun :::!00 ;ampai dcngan tahun 20 I 0 masih bclum optimal dalam mcwujudkan tujuan nya. dllunjukkan dengan ma\lh adanya program kegiatan ) ang lidak ~e~uai dengan kebutuhan rna'>yaraka l: pcmberian bantuan/kegiatan tanpa bimbingan/ pembinaan; tingkat panisipa;i SKPD dan kualita'> pelak\anaan menurun: ma.,ih terdapat kcgiatan yang tidak saling menunJi an tar lc' el pemcrintahan & level seJ..toral S KPD m:bih bclum berjalan den gun baik, kurang tcpatnya waktu penjadwalan dan rcahsasr kcgiatan: dan peran SM2L belum optimal 'ebagai lenaga pendamping PM2L PM2L ,ebagar \ebuah kebijakan yang melibatkan banyak aktor baik di se1iap le,el pcmcrintahan onaupun pada level 'ektoral. mengandung beragam kepentingan dari aktoraJ.. tor dimak'lud. Dalam rangka mcncapai tujuan kcbijakan dan dalam dinamikanya menunjuJ..kan pen ling ad any a ke\epahaman ata' ide kebijakan dan pcrlu terjalinnya komuniJ..a\1 llan J..oordma\i di antant para a!..tor yang terlibat. Sehingga dengan J,.c,cpahaman dimak,ud. 'pirit program dapat drj1war dengan baik oleh \Cmua aJ.. tor. dcngan dcmiJ..ian memandang program in1 bcrmanfaat untuk kepentingan daer.th. KomunrJ,.a,i dapat menJembatanr pcrbedaan kcpcntingan yang berpoten>i konflik. dapat mcngurangi kc~a lahan dan mcngata~i kcndala yang dihadapi ~cca ra bcrsama dan tcrpadu. Dalam rangka meningkatkan kualita\ dan keberlang,ungan pelaksanaan PM2L drperlukan adanya pcraturan daerah } ang mendasari dan mengatur. sekaligus memperbaiki desain pelak\anaan kcbijakan ini . Dengan pcraturan dacrah dapat dibangun kesepahaman dan mcnjadi komitmen ber ama antara pcmerinwh dacrah dan dewan perwakilan rJkyat daerah untuk mcngenta\kan kcrniskinan dan ketertinggalan de,a di Kalimantan Tengah. Kala kunci : Konten, Konteks Kebijakan, dan Komunikasi.

Rural empowerment poltcie\ and poverty reduction which ha' been applied in Central Kalimantan has not been \Ufficient to eradicate poverty and underdevelopment of rural village~. it i~ charactenzed by a higher amount~ of underdeveloped village~ located in Cemral Kalimantan. reachmg apprO\unately 72 in accordance with the Grindle. And that policies ignoring it\ context will fail to achieve the goals. The study used qualitative research methods and data collection through library research. observation and intcrv1ew., wilh actors involved in PM2L. The results showed that implementation of PM2L pohc1e\ 111 2008 - 2010 1s not optimal to achieve the goal. ind1cated by the persistence of activities that do not fit the community needs; providing as<.istunce I activit ies without guidance I coaching: SKPD participation rates and decreased quality in field : the activities arc not mutually support I complement as coordmauon between level of government and SKPD sectoral Je,el qill not gomg well. rather less ume scheduling and realintion of acuvitie ... Jnd ha' not been optimal SM2L role a~ PM2L facilitato rs. PM2L as a policy that involves a lot of good actors at every level of government as well as at Lhe sectoral level. contains a variety of interests of the actors concerned. In order to achieve policy objectives and the Importance of the d:rnam1cs. 1t \how' the mtertwmmg of policy ideas and the neces'>ar) communication and coordmat10n among the actor. involved. as understood before. it the program spirit should be understood by all ac tor<.. therefore. this program will be beneficial to the region's interests. Communication can bridge differences of potenual connict. can reduce errors and addre-.s the ob\tacle., 111 integrated way. In order to improve the quality and sustainabi lity on the implementation of local regulations. it is required PM2L that underlie and regulate. a' well a-. improving the design of the policy implementation. With local regulation~ to build into undcr\tandmg and shared commitment between local and regional parliaments to alleviate rural backwardncs\ in Central Kal imantan. Keywords: Content, Context Policy and Communications

Kata Kunci : Kebijkan Publik

  1. S2-FSP-2012-Marline-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FSP-2012-Marline-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-FSP-2012-Marline-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-FSP-2012-Marline-TITLE.pdf