PERAN STAKEHOLDERS DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP BUDIDAYA KAKAO (Studi di Kampung Klaisu Distrik Gresik Selatan Kabupaten Jayapura)
MELMAMBESSY, Merlina S.I., Purwanto
2011 | Tesis | SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stakeholders dalam memberdayakan masyarakat pengembangan budidaya kakao. Studi ini dilakkan di Kampung Klaisu distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura, selama Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan bulan, yakni pada bulan Maret hingga Juni 2011. Untuk menjawab tujuan penelitian, maka pendekatan kualitaif digunakan untuk memahami fenomena peran stakeholders yang ada. Informan yang dipilih bersumber dari 4 kelompok stakeholders; tokoh masyarakat, kelompok tani, pemerintah dan pengusaha. Masing-masing kelompok informan dipilih 1 orang, kecuali dinas pertanian kabupaten Jayapura, diambil sebanyak 2 informan. Data yang diperoleh, berasal dari data primer dan skunder, kemudian dianalisis saecara deskriptif, untuk menggambarkan peran dari masing-masing stakeholders, dengan demikian data dan informasi yang diperoleh disajikan dalam bentuk kutipan pernyataan informan. Hasil analisis menunjukan bahwa, pemerintah merupakan kelompok kepentingan yang paling dominan dalam hal kontribusnya terhadap usaha pengembangan komoditi kakao, kontribusi itu nampak dari bantuan modal, sarana produksi pertanian, khususnya tanaman kakao serta penyediaan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang memberikan informasi mengenai teknik budidaya kakao. PT. Sinar Mas Grup, merupakan kelompok stakeholer dominan kedua, setelah pemeritah yang memberikan kontribusi penting pemasaran biji kakao. PT. Sinar Mas membeli biji kakao kering dari masyarakat kampung Klaisu. Sedangkan kontribusi tokoh masyarakat dalam program wajib tanam kakao lebih rendah dibandingkan pemerintah dan swasta. Tokoh adat, seperti Ondoafi dan ondofolo telah berperan dalam hal memberikan ijin pemanfaatan lahan adat yang mereka kuasai, sedangkan tokoh agama, berperan dalam meberikan saran dan motivasi kepada petani maupun ondoafi dan ondofolo. Tokoh perempuan, berperan dalam peningkatan pengetahuan melalui pendidikan non formal berupa pelatihan pengolahan biji kakao menjadi cokelat pasta. Kontribusi tokoh pemuda dalam usaha memberdayakan masyarakat klaisu, nampak dari usaha pemuda untuk membentuk kelompok tani berdasarkan marga, yang ditujukan agar pengelolaan aset dan sarana produksi akan lebih efektif dan berhasil. Dari sisi pendapatan, program ini menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan, terjadi peningkatan pendapatan dari hasil penjualan kakao. Dari sisi ketergantungan, program ini belum menunjukkan keberhasilan, karena petani masih mengharapkan bantuan modal dan peralatan dari pemerintah melalui dinas Perkebunan Kabupaten Jayapura. Kata Kunci : Usahatani kakao, Peran, Stakeholders
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat