KONSTRUKSI PERAN GENDER DALAM DISKURSUS AIR SUSU IBU Studi Perempuan Buruh Pabrik di Propinsi DIY
Desintha Dwi Asriani, Dewi Haryani
2011 | Tesis | Manajemen dan Kebijakan PublikPenelitian ini memiliki fokus kajian tentang pemaknaan perempuan terhadap peran gendernya ketika dihadapkan pada nilai-nilai yang termuat dalam diskursus ASI. Kesadaran perempuan untuk memahami dan memiliki prilaku berdasarkan karakter peran gender androgini memberikan deskripsi yang menarik dalam proses mereka menghadapi diskursus ASI yang ternyata memuat nilai-nilai yang masih patriarkhis. Dengan menggunakan teori Boride tentang struktur dan agency, subjek pengalaman perempuan buruh menjadi bagian penting untuk mendeskripsikan dinamika yang terjadi. Perempuan buruh sebagai representasi dari adanya partisipasi perempuan di ranah publik ternyata tidak cukup memberi jawaban tentang struktur yang berkomitmen terhadap pemberdayaan. Realitas ini ditandai dengan munculnya jebakan baru bagi perempuan yang ternyata masih berada dalam logika patriarkhi dimana peran gender masih dalam dikotomi yang sempit. Oposisi biner tersebut menjadi sangat tampak ketika perempuan berhadapan dengan diskursus ASI. Perempuan kembali ditempatkan pada dua pilihan tanpa ruang negosiasi, bekerja atau menyusui. Namun sebagai agen seperti yang ditegaskan dalam konsep habitus, perempuan senantiasa memiliki strategi untuk menghadapi tekanan struktur tersebut. Kesadaran atas keberadaan peran gender yang androgini inilah yang menjadi dasar prilaku perempuan untuk memproduksi kapital dalam melawan arus utama patriarkhi yang dikukuhkan oleh diskursus ASI. Kemilikan kapital tersebut pada akhirnya mampu membuat perempuan menjalani setiap pilihannya termasuk menyusui sekaligus menjadi individu yang produktif. Penelitian dengan pendekatan etnografi dimana menekankan pada unsur thick description ini sangat bermanfaat untuk membentuk wacana yang inspiratif tentang perempuan. Perempuan merupakan subjek yang beragam yang semestinya berada dalam koridor kebijakan maupun struktur yang menyediakan peluang negosiasi yang cair. Selain itu munculnya kesadaran atas peran gender yang androgini juga merupakan bagian yang cukup kontributif bagi upaya menciptkan kesetaraan gender. Di dalam pemahaman androgini peran gender tidak lagi terkotak-kotak pada jenis kelamin, ruang, dan waktu melainkan terpusat pada kesadaran subjek untuk memilih.
Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan